Pendapatan turun 7,79% di semester I-2021, ini penjelasan Pan Brothers (PBRX)



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten yang bergerak di industri garmen, PT Pan Brothers Tbk (PBRX), mencatatkan total pendapatan US$ 300,78 juta pada semester I 2021. Angka tersebut turun 7,79% dibanding pendapatan periode sama tahun 2020 yang sebesar US$ 326,21 juta.

Jika dilihat lebih lanjut, penurunan pendapatan ini dipengaruhi oleh penurunan penjualan ke luar negeri dan dalam negeri. Sebelum dikurangi retur dan diskon, penjualan ekspor PBRX turun 2,98% year on year (yoy) menjadi US$ 277,29 juta dari sebelumnya US$ 285,82 juta.

Sementara itu, sebelum dikurangi retur dan diskon, penjualan lokal PBRX pada semester I 2021 merosot 42,04% yoy menjadi US$ 23,8 juta. Pada periode sama tahun 2020, penjualan lokal PBRX masih sebesar US$ 41,07 juta.


Sekretaris Perusahaan PBRX Iswar Deni mengatakan, penurunan yang terjadi pada pasar ekspor disebabkan oleh terkendala-nya pengiriman akibat pandemi Covid-19 yang masih terjadi di berbagai belahan dunia.

"Turunnya penjualan ekspor hanya karena masalah ketersediaan container. Barang jadi belum bisa dikirim," jelas Iswar saat dihubungi Kontan.co.id, Senin (30/8).

Baca Juga: Serikat Pekerja Pan Brothers (PBRX) sesalkan langkah Maybank tempuh jalur kepailitan

 
PBRX Chart by TradingView

Menurut dia, kalau tidak ada kendala pengiriman tersebut, maka penjualan PBRX bisa jauh di atas perolehan yang ada. Hal ini bisa terlihat dari persediaan barang jadi PBRX yang cukup banyak.

Berdasarkan laporan keuangan PBRX per Juni 2021, nilai persediaan barang jadi PBRX adalah sebesar US$ 64,89 juta atau meningkat 31% dari posisi per akhir Desember 2020 yang sebesar US$ 49,52 juta.

Sementara itu, merosotnya penjualan domestik disebabkan oleh mulai turunnya penjualan alat pelindung diri (APD). "Tahun kemarin penjualan APD masih sangat tinggi tapi sekarang sudah mulai turun lagi," ucap Iswar.

Dari segi bottom line, PBRX mencatatkan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar US$ 11,47 juta. Jumlah ini turun tipis 0,86% dari laba bersih semester I 2020 senilai US$ 11,57 juta.

Adapun aset PBRX tumbuh 3,12% menjadi US$ 714,73 juta dari posisi aset per akhir Desember 2020 yang sebesar US$ 693,12 juta. Hal ini sejalan dengan liabilitas yang bertambah 2,93% secara year to date (ytd) menjadi US$ 425,03 juta dan ekuitas yang naik 3,4% ytd menjadi US$ 289,7 juta.

Selanjutnya: Penjualan naik, Tri Banyan Tirta (ALTO) sukses pangkas rugi bersih di semester I-2021

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Anna Suci Perwitasari