Pendapatan turun, BUMI masih mencetak laba



JAKARTA. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencetak laba bersih US$ 67,69 juta sepanjang 2016 lalu. Kinerja ini lebih baik dibandingkan dengan kinerja BUMI di 2015, di mana emiten ini mencetak rugi bersih US$ 1,92 miliar.

Pendapatan BUMI sebenarnya masih turun 42,29% year on year (yoy) menjadi US$ 23,37 juta. Keuntungan BUMI ini karena adanya laba bersih entitas asosiasi US$ 84,25 juta dan penurunan beban bunga dari US$ 453 juta menjadi US$ 254,8 juta.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan BUMI Dileep Srivastava mengatakan, jika kinerja BUMI bisa terus positif, ada kemungkinan di masa datang BUMI dapat membagikan dividen. "Tapi itu akan tergantung dari kebijakan pemegang saham yang baru setelah rights issue dilakukan," kata Dileep, Rabu (22/3).


Akhir 2016, entitas anak Grup Bakrie ini masih memiliki defisiensi modal US$ 3,1 miliar. Dileep memperkirakan, BUMI bisa membukukan ekuitas positif tahun ini jika proses rights issue Rp 35,1 triliun berjalan sesuai rencana. "EBITDA juga masih akan tumbuh karena ada kenaikan volume dan harga jual batubara," kata Dileep.

BUMI menargetkan bisa merilis prospektus rights issue pertengahan April. "Persetujuan Otoritas Jasa Keuangan diharapkan bisa didapat pada Mei, sehingga pelaksanaan rights issue bisa selesai Juni," ujar Dileep.

BUMI sudah mendapatkan persetujuan pemegang saham pada awal Februari 2017. Rights issue ini merupakan bagian dari restrukturisasi utang. BUMI akan menerbitkan maksimal 37,8 miliar saham dan melaksanakan obligasi wajib konversi (OWK) untuk para pemegangnya. Akrobat ini memberi efek dilusi 50,8%.

Kenaikan produksi

BUMI memproduksi 86 juta ton batubara tahun lalu, naik 6,17% dari tahun sebelumnya. BUMI memperkirakan produksi tahun ini lebih dari 90 juta ton dengan penjualan 96,32 juta ton.

Harga jual rata-rata batubara BUMI pun membaik. Tahun lalu, harga jual rata-rata BUMI sekitar US$ 51 per ton. Harga jual rata-rata Januari 2017 naik 35%. "Kami memperkirakan, harga batubara tahun ini lebih tinggi 30% dibandingkan tahun lalu," ujar Dileep.

Target penjualan domestik berkisar 40,8 juta ton. Penjualan batubara 26,95 juta ton untuk pasar India, lalu 10,8 juta ton ke Jepang. Sisanya Filipina, Tiongkok, Malaysia, Eropa, Taiwan, dan lain-lain.

Sharlita Malik, Analis Samuel Sekuritas Indonesia, mengatakan, laba bersih BUMI mencerminkan 87% target Samuel Sekuritas dan 84% target konsensus. Dia menilai BUMI masih bisa memperbaiki kinerja usai restrukturisasi. "Kinerja 2016 didukung efisiensi bahan bakar dan biaya operasional yang turun 28% menjadi US$ 27 per ton," ujar Sharlita dalam riset, Selasa (21/3).

Sharlita masih merekomendasikan beli saham BUMI dengan target harga Rp 608. Kemarin, harga saham BUMI turun 1,09% ke level Rp 362 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Sanny Cicilia