KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT UBC Medical Indonesia Tbk (
LABS) membukukan pertumbuhan kinerja sepanjang tahun 2025. Pendapatan LABS tahun lalu tumbuh dobel digit sebanyak 34,99% secara tahunan atau year on year (yoy) dari Rp 147,63 miliar menjadi Rp 199,29 miliar. Sejalan dengan itu, beban pokok pendapatan naik 32,56% (yoy) menjadi Rp 119,57 miliar. LABS berhasil mengamankan laba bruto sebesar Rp 79,71 miliar pada tahun 2025, atau meningkat 38,81% dibandingkan raihan tahun 2024 yang kala itu tercatat sebesar Rp 57,42 miliar. Sementara itu, beban operasional LABS meningkat 22,15% (yoy) menjadi Rp 58,23 miliar pada 2025. Setelah dijumlah, laba usaha LABS tercatat mengalami pertumbuhan sebesar 120,30% (yoy) menjadi Rp 21,48 miliar dari raihan sebelumnya sebesar Rp 9,75 miliar.
Secara bottom line, LABS meraih laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 13,50 miliar pada tahun 2025. Keuntungan LABS melonjak sebanyak 357,62% dibandingkan capaian tahun 2024, yang kala itu tercatat sebesar Rp 2,95 miliar.
Baca Juga: Menteri Bahlil Mengungkap Potensi Danantara Membeli Gas Masela Melalui PGN Direktur Utama UBC Medical Indonesia, F.X Yoshua Raintjung mengungkapkan bahwa pertumbuhan kinerja LABS didorong oleh peningkatan aktivitas penjualan serta ekspansi bisnis di sektor distribusi alat kesehatan. Sedangkan lonjakan laba LABS terutama ditopang oleh keberhasilan implementasi berbagai inisiatif efisiensi operasional secara konsisten. Pencapaian LABS pada 2025 merupakan hasil dari peningkatan efisiensi operasional, memperluas jaringan distribusi serta menjaga kualitas layanan kepada pelanggan. "Kinerja positif ini menunjukkan komitmen kami dalam menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan. Kami optimis dapat mempertahankan pertumbuhan ke depan," kata Yoshua melalui keterangan tertulis yang diterima Kontan.co.id, Senin (30/3/2026). Optimisme LABS untuk mempertahankan momentum pertumbuhan kinerja akan ditopang oleh sejumlah langkah strategis. Meliputi inovasi produk, ekspansi pasar, penguatan kemitraan strategis, serta pengelolaan keuangan yang prudent.
Mengutip keterbukaan informasi yang rilis di Bursa Efek Indonesia, daerah distribusi LABS menjangkau 19 wilayah di Indonesia, yang merupakan kota-kota besar berpopulasi tinggi. Pemasaran dilakukan dengan menyasar pelanggan swasta maupun Pemerintah. Pelanggan Business-to-Business (B2B) LABS pada tahun 2025 mencakup rumah sakit (76), instansi (27), laboratorium (26), puskesmas (7), universitas (3) dan institusi lainnya (33). Memasuki tahun 2026, LABS memandang industri alat kesehatan di Indonesia masih memiliki potensi pertumbuhan yang kuat seiring meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan, penguatan sistem kesehatan nasional, serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap layanan diagnostik yang berkualitas. LABS mengusung tiga strategi utama pada tahun ini.
Pertama, penguatan portofolio produk dan inovasi teknologi. Strategi ini dilakukan melalui kerja sama dengan prinsipal global serta pengembangan produk yang memiliki nilai tambah tinggi. Fokus utama diarahkan pada produk diagnostik laboratorium, alat kesehatan rumah sakit, serta teknologi medis yang mendukung efisiensi layanan kesehatan. Selain itu, LABS akan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dan digitalisasi dalam sistem distribusi serta layanan purna jual guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan.
Baca Juga: Dorong Transisi Energi dan Percepatan Blok Masela, RI Hasilkan Komitmen dengan Jepang Kedua, ekspansi jaringan distribusi nasional. LABS berencana memperluas jaringan distribusi di berbagai wilayah strategis di Indonesia, khususnya di kota-kota dengan pertumbuhan fasilitas kesehatan yang tinggi.
Penguatan jaringan distribusi juga akan didukung oleh peningkatan kapasitas logistik serta sistem manajemen rantai pasok yang lebih terintegrasi.
Ketiga, eksplorasi dan penetrasi segmen baru. LABS akan menjajaki dan mengembangkan segmen pasar baru yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi, dengan memaksimalkan produksi dalam negeri. Upaya penetrasi akan didukung oleh inovasi layanan, penguatan kapabilitas pemasaran, serta kolaborasi strategis guna memperluas jangkauan dan meningkatkan kontribusi terhadap pertumbuhan perusahaan secara berkelanjutan. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News