Pendapatan Victoria Care (VICI) Naik 11,9%, Tapi Laba Bersih Tertekan di Kuartal I



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Victoria Care Indonesia Tbk (VICI) berhasil membukukan kenaikan pendapatan di kuartal I tahun ini. Namun sayangnya, perusahaan yang menaungi berbagai merek populer seperti Herborist, Miranda, Nuface ini membukukan penurunan laba bersih. 

Pada kuartal I-2026, emiten berkode saham VICI ini mengantongi pencapaian pendapatan sebesar Rp 363,1 miliar. Angka ini bertumbuh 11,9% dibandingkan Rp 324,5 miliar pada kuartal I-2025. 

Direktur Utama Victoria Care Indonesia, Sumardi Widjaja, mengatakan realisasi kinerja kuartal pertama masih berada dalam koridor yang sesuai dengan arah strategi perusahaan tahun ini, terutama dalam menjaga pertumbuhan penjualan dan memperkuat posisi brand di pasar. 


Baca Juga: Penjualan Victoria Care (VICI) Naik 11% pada Kuartal I, Ini Strateginya Jaga Kinerja

“Personal care dan hair care masih jadi penopang utama pertumbuhan dengan beberapa merek andalan dari Herborist, CBD Professional, hingga Miranda yang menunjukkan kontribusi positif terhadap penjualan,” ungkap Sumardi, kepada Kontan Rabu (13/5/2026). 

Di tengah kenaikan pendapatan tersebut,  VICI menghadapi tekanan dari sisi beban biaya.  Hingga akhir Maret lalu, beban penjualan dan pemasaran VICI tercatat naik signifikan 28,89% menjadi Rp 111,19 miliar. 

Kondisi ini ikut menggerus perolehan laba bersih perusahaan, yang mengalami penurunan , dari semula Rp 38,06 miliar pada kuartal I-2025, menjadi Rp 26,28 miliar. 

Menurut Sumardi, kenaikan harga bahan baku serta fluktuasi nilai tukar rupiah masih menjadi salah satu tantangan yang dihadapi industri FMCG dan personal care, termasuk VICI. 

Kondisi tersebut memberikan tekanan terhadap biaya produksi dan margin perusahaan, khususnya pada komponen bahan baku tertentu yang sensitif terhadap pergerakan kurs dan harga global.

Namun demikian, VICI terus melakukan berbagai langkah mitigasi, antara lain melalui efisiensi operasional, optimalisasi formulasi produk, serta pengelolaan persediaan bahan baku secara lebih adaptif.

“Selain itu perusahaan juga terus menjaga keseimbangan antara strategi pricing dan daya beli konsumen,” sebutnya. 

Untuk menghadapi sisa tahun 2026, VICI menyiapkan sejumlah stratetgi, salah satunya memperkuat tim R&I untuk menyesuaikan kebutuhan pasar Gen Z dan millennial. 

Baca Juga: Marketing Sales Summarecon Agung (SMRA) Capai Rp 1,2 Triliun di Kuartal I-2026

Perusahaan ini juga akan memperkuat merek-merek dagang unggulan di tiga kategori utama yaitu perawatan tubuh, rambut, dan kulit. 

Di sisi lain, VICI akan terus mengoptimalkan kanal e-commerce dan live selling, serta melakukan kolaborasi dengan marketplace untuk memperluas jangkauan pasar. 

“Sampai dengan kuartal I-2026, kanal e-commerce masih berkontribusi terbesar terhadap persentase sales growth perusahaan, diikuti oleh modern trade dan terakhir general trade,” jelasnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News