Pendapatan VKTR Turun Tipis 0,93% pada 2023 Menjadi Rp 1,06 Triliun



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) membukukan pendapatan sebesar Rp 1,06 triliun  pada tahun 2023. Pendapatan teresbut turun tipis 0,93% dibandingkan dengan Rp 1,07 triliun pada 2022.

Penurunan pendapatan ini sebagian besar disebabkan oleh pergeseran pembelian bus dari sektor pemerintah yang diperkirakan akan pulih dalam periode berikutnya.

Namun, total aset VKTR meningkat sebesar 62% menjadi Rp 1,67 triliun pada 2023, dari sebelumnya Rp 1,03 triliun yang sebagian besar disebabkan oleh penerimaan dana hasil penawaran umum perdana perusahaan pada pertengahan 2023.


Baca Juga: Menhub Dukung Swasta Bangun Fasilitas Kendaraan Listrik Komersial

Sementara itu, total kewajiban berkurang sebesar 31% menjadi Rp 521 miliar pada tahun 2023 dari tahun sebelumnya sebanyak Rp 758 miliar lantaran adanya penurunan signifikan dalam total liabilitas jangka pendek.

Bisnis manufaktur suku cadang kendaraan komersial VKTR terus berkembang didorong oleh kuatnya permintaan dari pelanggan utama perusahaan di sektor kendaraan komersial.

Pertumbuhan ini terutama dipicu oleh transisi dari teknologi kendaraan EURO 2 ke EURO 4 dan didorong oleh pemulihan pasar transportasi pasca pandemi serta peningkatan penjualan Original Equipment Manufacturer (OEM). 

Inisiatif untuk meningkatkan variasi komponen telah membuahkan hasil, sehingga memperkuat posisi VKTR sebagai pemasok pilihan di industri.

Baca Juga: VKTR Teknologi (VKTR) Bangun Pabrik Kendaraan Listrik, Total Investasi Rp 300 Miliar

Selain itu, sinergi dengan anak perusahaan yang berfokus pada kendaraan listrik komersial diharapkan akan mendukung pertumbuhan pendapatan pada masa depan seiring dengan ekspansi industri kendaraan listrik komersial.

Sementara itu, untuk segmen kendaraan listrik komersial, VKTR telah melakukan ekspansi portfolio klien yang semula hanya Business to Government (B2G) hingga ke Business to Business (B2B). Hal ini ditandai dengan penjualan bus listrik kepada perusahaan swasta di tahun 2023.

Dalam menghadapi tantangan dan peluang pasar saat ini, VKTR telah memperluas fokusnya ke sektor B2B serta menargetkan industri yang membutuhkan kendaraan untuk kebutuhannya meliputi hauling tambang, logistik perkebunan, dan pengangkutan log. Upaya ini dilengkapi dengan pembuatan prototipe dan uji coba produk yang menjanjikan, menandakan komitmen VKTR terhadap inovasi dan keunggulan operasional. 

Meskipun sektor B2G tetap menjadi bagian penting dari strategi VKTR, diversifikasi ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada pembelian pemerintah yang dapat dipengaruhi oleh faktor politik dan ekonomi.

VKTR sendiri menilai, potensi elektrifikasi kendaraan komersial sangatlah besar mengingat terdapat lebih dari 6 juta unit truk dan 260.000 unit bus di Indonesia dengan tingkat elektrifikasi kedua jenis kendaraan tersebut kurang dari 0,1%.

Baca Juga: Meski Bukan Blue Chip, Saham Grup Bakrie Ini Layak Dicermati Usai Naik Tinggi

Selain itu, industrialisasi terus menjadi inisiatif strategis VKTR untuk memperkuat posisi perusahaan sebagai pionir di sektor kendaraan listrik komersial. Hal ini ditandai dengan groundbreaking dari Fasilitas Kendaraan Listrik Komersial berbasis Completely Knock Down (CKD) pertama di Indonesia pada tanggal 27 Februari 2024. 

Terletak di Magelang, Jawa Tengah, fasilitas ini merupakan perusahaan patungan antara VKTR dengan Karoseri Tri Sakti yaitu PT VKTR Sakti Industries (VKTS).

Editor: Noverius Laoli