Pendidikan Negeri Gratis Ditargetkan 2028, Anggarannya Capai Rp302 Triliun



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah meyakini kebijakan pemerintah soal pendidikan negeri gratis dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi dapat digelar pada tahun 2028.

"2028, Insya Allah. Walaupun kita ingin sebenarnya sekolah gratis ini SD, SMP, SMA dan perguruan tinggi itu bertahap, yang paling ideal," kata Said di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (24/9/2026).

Baca Juga: Banggar dan Pemerintah Sepakat Naikkan Target Cukai 2027 Jadi Rp 237,21 Triliun


Menurut dia, implementasi kebijakan pendidikan gratis ini mesti dilakukan bertahap agar tidak menimbulkan masalah dalam tata kelolanya.

"Karena khawatir kalau tidak dipersiapkan secara matang nanti akan menimbulkan persoalan di tata kelola. Katakanlah di 2028 60 persen 75 persen dulu baru di tahun berikutnya 2029 bisa 100 persen. Saya ingin mencoba realistis," ucap dia.

Dia menjelaskan, Banggar DPR baru menganggarkan Rp 5 triliun untuk pendidikan gratis di jenjang SD-SMP.

Banggar DPR sedang melakukan pemetaan kebutuhan untuk program sekolah negeri gratis. Dari perhitungannya, secara keseluruhan dibutuhkan anggaran sekitar Rp 210 triliun untuk jenjang SD, SMP, SMA, serta Rp 92 triliun untuk pendidikan tinggi.

"Itu artinya hampir 300, 302 triliun. Nah kita coba pilot project 5 triliun dulu sekarang ini kemampuannya. Tapi Insya Allah di 2028 akan menjadi kenyataan," ucap Said.

Dia memastikan, kebijakan ini juga akan melingkupi sekolah yang dibawahi Kementerian Agama. "Ya, dong. Masa ada negeri hanya di Kemendikbud saja," ujar politikus PDI-P tersebut.

Baca Juga: Menkeu Suahasil Masih Irit Bicara soal Penerapan Cukai MBDK di Tahun 2027

Prabowo gratiskan pendidikan negeri

Diberitakan sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto telah menggelar rapat terbatas untuk membahas soal penerapan sekolah negeri gratis.

Bahkan, Prabowo memerintahkan agar pendidikan negeri gratis dimulai dari tingkatan taman kanak-kanak (TK), bukan hanya tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi saja.

"Dalam rapat terbatas tadi, Pak Presiden memberikan penekanan terhadap komitmen beliau untuk memberikan layanan pendidikan gratis bagi murid di pendidikan dasar dan menengah. Ini juga dimulai dari taman kanak-kanak. Sehingga, itu yang perlu kami tekankan," ujar Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti dalam jumpa pers di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (23/9/2026).

Baca Juga: Bertemu Dasco, Suahasil Ungkap Kondisi Ekonomi Indonesia Terkini

Mu'ti menyampaikan, mulai tahun ini, anak-anak yang belajar di TK dan SD akan mendapatkan dana bantuan operasional sekolah (BOP).

Kemudian, dana Program Indonesia Pintar (PIP) akan diberikan kepada murid dari keluarga yang tidak mampu.

"Dana BOS peruntukannya bisa untuk biaya operasional, gaji guru non-ASN, perbaikan ringan, serta untuk mendukung kegiatan ekstrakurikuler," kata dia.

Sumber: https://nasional.kompas.com/read/2026/09/24/17451071/banggar-dpr-optimistis-sd-kuliah-negeri-gratis-terealisasi-di-2028.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News