KONTAN.CO.ID - Pavel Durov, pendiri aplikasi pesan Telegram, mengatakan pada Rabu (22/4/2026) bahwa ia telah menerima surat panggilan di Rusia yang dikirim ke alamat lamanya, dan surat tersebut menyebut namanya sebagai “tersangka” dalam sebuah kasus pidana. Melansir Reuters, Rusia meningkatkan upayanya untuk menundukkan Telegram pada Februari lalu, dengan mengumumkan melalui surat kabar milik negara bahwa pihaknya sedang menyelidiki Durov yang merupakan miliarder, dalam sebuah kasus pidana terkait tuduhan terorisme. Durov, melalui unggahan di Telegram, memposting salinan surat panggilan yang dikirim melalui layanan pos Rusia.
Pendiri Telegram Diburu Rusia, Pavel Durov: “Bangga Dinyatakan Bersalah!”
KONTAN.CO.ID - Pavel Durov, pendiri aplikasi pesan Telegram, mengatakan pada Rabu (22/4/2026) bahwa ia telah menerima surat panggilan di Rusia yang dikirim ke alamat lamanya, dan surat tersebut menyebut namanya sebagai “tersangka” dalam sebuah kasus pidana. Melansir Reuters, Rusia meningkatkan upayanya untuk menundukkan Telegram pada Februari lalu, dengan mengumumkan melalui surat kabar milik negara bahwa pihaknya sedang menyelidiki Durov yang merupakan miliarder, dalam sebuah kasus pidana terkait tuduhan terorisme. Durov, melalui unggahan di Telegram, memposting salinan surat panggilan yang dikirim melalui layanan pos Rusia.
TAG: