Pendukung Donald Trump mulai turun ke jalan, sebut ada kecurangan dalam pemilu



KONTAN.CO.ID - WASHINGTON D.C. Pendukung Donald Trump terlihat mulai turun ke jalan pada Kamis (5/11) malam waktu setempat menentang pemilu yang mereka yakini sarat akan kecurangan. Unjuk rasa muncul di berbagai wilayah bahkan saat pengihtungan suara belum selesai.

Di Arizona, salah satu dari lima negara bagian penting dalam pemilu tahun ini, para pendukung Trump berkumpul di luar Departemen Pemilihan Maricopa County di Phoenix.

Reuters mengabarkan beberapa orang mengejar seorang pria yang mengangkap papan penanda yang menggambarkan presiden AS sebagai "babi Nazi".


Polisi turun tangan dan membubarkan keributan itu setelah sang pria dan kelompoknya mulai dikepung oleh pendukung trump. Reuters mengabarkan tidak ada korban luka dalam bentrokan kecil tersebut.

Baca Juga: Peluang terpilih memudar, Donald Trump kecam proses pemilu dan tuding ada penipuan

Di titik lain, tepatnya di Harrisburg, sekitar 100 pendukung Trump berkumpul di tangga Gedung Kongres Pennsylvania pada Kamis sore sebagai bagian dari demonstrasi dengan slogan “Stop the Steal” (hentikan pencurian), yang  diorganisir oleh aktivis konservatif Virginia, Scott Presler.

"Ini bukan unjuk rasa yang mendukung kandidat tertentu, ini adalah unjuk rasa yang memperjuangkan dua hal: kebenaran dan keadilan," ungkap Presler seperti dikutip Reuters.

Di Milwaukee, sekitar 50 pendukung Trump berkumpul di depan sebuah gedung kota tempat penghitungan suara. Mereka memutarkan musik country, mengibarkan bendera, dan membawa tanda bertuliskan "Recount" (hitung ulang) dan "Rigged" (dicurangi).

Setelah satu jam berlalu, sekitar selusin pengunjuk rasa datang sambil meneriakkan “Black lives matter”, merujuk pada korban kebrutalan polisi.

Beberapa di antara pengunjuk rasa tersebut bahkan melemparkan telur ke arah pendukung Trump dari mobil yang lewat.

Unjuk rasa juga terlihat di luar Departemen Pemilihan Clark County di Las Vegas. Sekitar 400 pengunjuk rasa memutarkan lagu-lagu patriotik melalui speaker sambil mengibarkan bendera Amerika dan Trump.

Selanjutnya: Biden unggul, Trump pasang mode tempur