Pendukung Inggris buat petisi minta laga ulang Final Euro 2020, ini alasannya



KONTAN.CO.ID - LONDON. Pendukung Inggris membuat petisi soal laga ulang Final Euro 2020. Fans Three Lions terus berjuang untuk menerima kenyataan bahwa Inggris gagal di final Euro 2020 melawan Italia.

Beberapa pendukung Inggris telah melakukan upaya yang lain dengan mencoba mengambil tindakan sendiri, dilansir dari Marca.

Salah satu pendukung Inggris tersebut telah membuat petisi di change.org dalam upaya laga ulang Final Euro 2020.


Keputusan wasit telah diperdebatkan secara luas sejak selesainya Final Euro 2020. Kini sejumlah pendukung Inggris telah mengambil keputusan untuk memulai petisi laga ulang.

Baca Juga: Gareth Southgate akui ingin latih Timnas Inggris untuk Piala Dunia 2022

Salah satu kejadian yang disorot yakni saat Bukayo Saka dianiaya selama pertandingan antara Inggris dan Italia. Kala itu Saka diseret bajunya oleh Giorgio Cheiellini dan diberi kartu kuning.

Kini pendukung Inggris meminta untuk memberikan kartu merah yang lebih pantas atas tindakan tersebut.

"Pertandingan pada 11/07/2021 sama sekali tidak adil, setelah Italia hanya menerima kartu kuning karena menyeret pemain Inggris seperti budak," dikutip dalam salah satu deskripsi petisi pendukung Inggris tersebut.

Baca Juga: Kubur Mimpi Inggris dalam drama adu pinalti, Italia Juara Euro 2020

Pendukung Inggris mengungkap Italia memainkan permainan yang keras lewat dorongan, tarikan terhadap Inggris.

“Semua dorongan, tarikan, dan tendangan dan Italia masih diizinkan untuk menang?" dikutip dari petisi tersebut.

"Italia seharusnya diberi kartu merah untuk permainan dan Final Euro 2020 dapat diulang dengan wasit yang tidak bias. Ini sama sekali tidak adil."

Baca Juga: Hasil Final Euro 2020: Menang adu penalti 3-2 dari Inggris, Italia jadi juara Eropa!

Survei ini bertujuan untuk mendapatkan 75.000 tanda tangan dan mengambil sebagian besar dari mereka dengan sangat cepat.

Selain itu ada lima petisi sejauh ini, satu petisi mendekati 1.500 tanda tangan, sementara yang lain jumlahnya sedikit.

Satu petisi, bernama 'Justice Rematch for England', hanya memiliki enam orang di dalamnya pada Senin pagi, dilansir dari Daily Mail.

Sebelumnya, pasca laga semifinal Euro 2020 antara Inggris vs Denmark turut mendapatkan sorotan. Pendukung sepakbola dunia membuka petisi yang serupa untuk laga ulang semifinal tersebut. 

Hal ini terkait dengan adanya ketidaksesuaian keputusan wasit dengan hadiah penalti untuk Inggris lewat Harry Kane.

Selanjutnya: Raih sepatu emas, Cristiano Ronaldo pimpin daftar top skor Euro 2020

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News