Penempatan dana bank di SUN masih tinggi



JAKARTA. Beberapa bankir memproyeksi penempatan dana di instrumen surat berharga masih tinggi. Dari beberapa jenis surat berharga, instrumen surat utang negara (SUN) banyak menjadi pilihan. Panji Irawan, Direktur Treasury dan Internasional BNI mengatakan, pada kuartal I 2017 ini potensi penempatan dana di SUN masih akan tetap tumbuh. "Hal ini karena bank wajib menjaga rasio kecukupan likuiditas (LCR) yang salah satu komponennya adalah alat likuid seperti SUN," ujar Panji kepada KONTAN, Rabu (22/2). Menurut Panji kenaikan penempatan dana disurat berharga ini juga seiring dengan tumbuhnya aset dan liabilities bank. Pada 2016 lalu penempatan dana BNI di surat berharga mengalami kenaikan 52,15% secara tahunan atau yoy menjadi Rp 72,54 triliun. Menurt Iman Nugroho Soeko, Direktur Keuangan dan Treasury BTN, pada akhir 2016 lalu penempatan surat berharga terbesar adalah di instrumen SUN. "Meningkat sekitar 20% yoy, pada kuartal I 2017 ini akan dijaga di pertumbuhan yang sama yaitu 20% yoy," ujar Iman. Bankir lain juga mengaku surat utang pemerintah juga menjadi kontributor terbanyak dalam penempatan di surat berharga. "Namun kami proyeksi tahun ini tren penempatan disurat berharga cenderung turun," ujar Haru Koesmahargyo, Direktur Keuangan BRI. Hal ini karena penempatan dana disurat berharga juga dipengaruhi oleh perumbuhan kredit perbankan. Dengan besarnya kredit disalurkan maka penempatan disurat berharga juga berkurang. Pada 2016 lalu penempatan dana BRI disurat berharga naik 7,29% yoy menjadi Rp 124,8 triliun. Secara industri penempatan dana di obligasi tercatat sebesar Rp 561,9 triliun atau naik 15,81% secara tahunan yoy.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor: Rizki Caturini