Penentuan Mitra Pengadaan Infrastruktur LNG PLN Ditargetkan Rampung Agustus



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menargetkan penentuan mitra dalam lelang konstruksi dan pengoperasian infrastruktur layanan LNG bagi pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) di sejumlah klaster bisa rampung pada Agustus 2023.

Dengan begitu, harapannya proyek bisa on stream pada Januari 2025 untuk Klaster Nias, dan Januari 2026 pada 5 klaster lainnya.

Sekretaris Perusahaan PLN EPI, Mamit Setiawan mengatakan, proses lelang saat ini masih dalam tahapan pra kualifikasi untuk pemilihan mitra.


“Peserta yang sudah mengambil dokumen akan kami evaluasi dari sisi administrasi dan juga aspek teknisnya. Bagi peserta yang lolos secara administrasi dan teknis untuk PQ (pre-qualification), maka bisa dilanjutkan ke tahapan pemasukan penawaran RFP (request for proposal),” kata Mamit kepada Kontan.co.id, Minggu (26/3).

Baca Juga: IESR Minta Pemerintah Sediakan Persaingan yang Setara Bagi Pengembangan EBT

Belum lama ini, PLN EPI pada Selasa (14/3), PLN EPI menyampaikan pengumuman lelang untuk konstruksi dan pengoperasian infrastruktur layanan LNG bagi PLTG di 6 klaster.

Sejumlah wilayah atau kluster tersebut terdiri dari Klaster Nias, Klaster Nusa Tenggara, Klaster Sulawesi-Maluku, Klaster Papua bagian Utara, Klaster Kalimantan, dan Kluster Papua bagian Selatan. Proyek ini bertujuan untuk mempercepat reduksi karbon dan biaya produksi listrik Grup PLN. 

Dihubungi terpisah, Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas, Hudi D. Suryodipuro memastikan bahwa PLN sebagai pembeli domestik LNG menjadi prioritas pasokan SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS). Kebutuhan tersebut, kata Hudi, selalu dipenuhi dan koordinasi telah dilakukan secara terjadwal. 

“PLN memiliki permintaan LNG yang dinamis setiap tahunnya tergantung kebutuhan pembangkit dan kesiapan infrastruktur serta keekonomian. Tantangan tersebut yang menjadi perhatian SKK Migas dan KKKS,” ujar Hudi saat dihubungi Kontan.co.id (26/3).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi