KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Aktivitas penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, terdampak indikasi sebaran abu vulkanik pada Minggu (6/9). PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports menyebut Bandara Soekarno-Hatta sempat berstatus Aerodrome Closed pada pukul 01.30-05.30 WIB. Penutupan sementara tersebut dilakukan setelah hasil paper test menunjukkan indikasi, adanya sebaran abu vulkanik di area bandara. Sebanyak 33 penerbangan terdampak akibat kondisi tersebut. Pada penerbangan internasional, terdapat 16 pembatalan, tujuh penundaan, dan lima penerbangan yang dijadwalkan kembali. Baca Juga: Kimia Farma Optimistis Bisnis Apotek Makin Prospektif, Begini Strateginya Sementara itu, pada penerbangan domestik terdapat empat pembatalan dan satu penerbangan dialihkan ke bandara lain. Gangguan penerbangan juga terjadi di Bandara Radin Inten II, Lampung. Bandara tersebut berstatus Aerodrome Closed pada pukul 07.00-08.00 WIB karena indikasi sebaran abu vulkanik. Kondisi tersebut berdampak terhadap tiga penerbangan domestik dengan rute dari dan menuju Jakarta. Corporate Secretary Group Head InJourney Airports Arie Ahsanurrohim mengatakan, pihaknya telah mengaktifkan prosedur penanganan penumpang terdampak melalui Service Recovery Activation (SRA) di Bandara Soekarno-Hatta. “Penanganan penumpang terdampak dilakukan melalui Service Recovery Activation (SRA) di Bandara Soekarno-Hatta,” kata Arie dalam keterangan resmi InJourney Airports, Minggu (6/9). Melalui prosedur tersebut, penumpang terdampak mendapatkan makanan dan minuman ringan. InJourney Airports juga menyiapkan bus menuju hotel melalui koordinasi dengan maskapai serta sejumlah area khusus di terminal. Penanganan serupa akan diterapkan di bandara lain yang terdampak efek berantai dari penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Radin Inten II. InJourney Airports juga mengimbau calon penumpang untuk memantau informasi terbaru terkait jadwal penerbangan dari masing-masing maskapai. Baca Juga: WIKA Garap Proyek Coal Handling PTBA, Target Rampung di Kuartal III-2026
Penerbangan di Soekarno-Hatta Terdampak Abu Vulkanik, 33 Jadwal Penerbangan Terganggu
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Aktivitas penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, terdampak indikasi sebaran abu vulkanik pada Minggu (6/9). PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports menyebut Bandara Soekarno-Hatta sempat berstatus Aerodrome Closed pada pukul 01.30-05.30 WIB. Penutupan sementara tersebut dilakukan setelah hasil paper test menunjukkan indikasi, adanya sebaran abu vulkanik di area bandara. Sebanyak 33 penerbangan terdampak akibat kondisi tersebut. Pada penerbangan internasional, terdapat 16 pembatalan, tujuh penundaan, dan lima penerbangan yang dijadwalkan kembali. Baca Juga: Kimia Farma Optimistis Bisnis Apotek Makin Prospektif, Begini Strateginya Sementara itu, pada penerbangan domestik terdapat empat pembatalan dan satu penerbangan dialihkan ke bandara lain. Gangguan penerbangan juga terjadi di Bandara Radin Inten II, Lampung. Bandara tersebut berstatus Aerodrome Closed pada pukul 07.00-08.00 WIB karena indikasi sebaran abu vulkanik. Kondisi tersebut berdampak terhadap tiga penerbangan domestik dengan rute dari dan menuju Jakarta. Corporate Secretary Group Head InJourney Airports Arie Ahsanurrohim mengatakan, pihaknya telah mengaktifkan prosedur penanganan penumpang terdampak melalui Service Recovery Activation (SRA) di Bandara Soekarno-Hatta. “Penanganan penumpang terdampak dilakukan melalui Service Recovery Activation (SRA) di Bandara Soekarno-Hatta,” kata Arie dalam keterangan resmi InJourney Airports, Minggu (6/9). Melalui prosedur tersebut, penumpang terdampak mendapatkan makanan dan minuman ringan. InJourney Airports juga menyiapkan bus menuju hotel melalui koordinasi dengan maskapai serta sejumlah area khusus di terminal. Penanganan serupa akan diterapkan di bandara lain yang terdampak efek berantai dari penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Radin Inten II. InJourney Airports juga mengimbau calon penumpang untuk memantau informasi terbaru terkait jadwal penerbangan dari masing-masing maskapai. Baca Juga: WIKA Garap Proyek Coal Handling PTBA, Target Rampung di Kuartal III-2026