Penerbangan Haji Dapat Menjadi Katalis Positif Bagi Garuda Indonesia (GIAA)



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) dijadwalkan akan menerbangkan sebanyak 47.915 calon jemaah Haji ke Tanah Suci mulai 4 Juni hingga 13 Agustus 2022 mendatang. Melihat hal tersebut, perseroan berharap melalui penerbangan haji dapat menjadi katalis positif ke depannya.

“Pemulihan sudah mulai terlihat, Insya Allah akan terus membaik,” ujar Irfan Setiaputra, Direktur Utama Garuda Indonesia dalam pesan singkat kepada Kontan, Jumat (3/6).

Irfan menambahkan, di musim haji tahun 1443 H/2022 M, Garuda Indonesia akan mengoperasikan 7 pesawat yang terdiri dari 4 pesawat B777-300ER, 1 pesawat A330-300 dan 2 pesawat A330-900neo. Adapun, sebanyak 47.915 calon jemaah haji tersebut akan dibagi dalam 128 kelompok yang diberangkatkan dari 9 embarkasi, yaitu Banda Aceh, Medan, Padang, Jakarta, Solo, Banjarmasin, Balikpapan, Makassar dan Lombok.


Baca Juga: Garuda Indonesia Terus Siapkan Diri Jelang Pemberangkatan Haji Tahun Ini

Lebih lanjut, Garuda Indonesia akan menghadirkan berbagai pilihan hiburan In-flight Entertainment bernuansa islami selama penerbangan dan memberikan inflight catering yang disesuaikan dengan menu khas daerah embarkasi. Irfan bilang hal tersebut sebagai upaya untuk memberikan nilai tambah layanan bagi para jemaah.

Meski hanya mengoperasikan 50% pesawat dibandingkan musim haji terakhir pada 2019 silam yang sebanyak 14 pesawat, namun Irfan optimistis penerbangan di musim haji akan terus membaik dan diharapkan dapat pulih 100% di tahun depan. Seperti diketahui, penerbangan menuju tanah suci sempat vakum 2 tahun akibat covid-19 yang membuat penerbangan menuju Arab Saudi ditutup.

Hanya saja, Irfan tidak berbicara banyak mengenai potensi pendapatan yang diraih Garuda Indonesia pada musim haji di tahun ini. Menurutnya, informasi mengenai jumlah penumpang dan biaya berangkat haji yang tersedia sudah cukup jelas.

Adapun, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas sebelumnya mengungkapkan, di tahun ini Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) atau biaya yang dibayar langsung oleh jemaah haji rata-rata disepakati sebesar Rp 39.886.009.

“Ini meliputi biaya penerbangan, sebagian biaya akomodasi di Mekkah dan Madinah, biaya hidup (living cost) dan biaya visa,” ujar Menag Yaqut, Rabu (13/4) silam.

 
GIAA Chart by TradingView

Sebagai informasi tambahan, berikut rincian Bipih yang ditetapkan di tahun ini :

Biaya Penerbangan Rp 29.500.000

Living Cost  Rp 5.770.005

Visa Rp 1.154.001

Akomodasi di Madinah Rp 769.334

Akomodasi di Makkah Rp 2.692.669

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .