Penerbitan obligasi korporasi diproyeksikan stagnan di Rp 180 triliun



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memproyeksikan emisi penerbitan surat utang nasional khususnya Medium Term Notes (MTN) dan obligasi korporasi hingga akhir tahun sekitar Rp 180 triliun.

Fikri C. Permana Ekonom Pefindo mengatakan jumlah tersebut kurang lebih sama dengan emisi penerbitan surat utang nasional di tahun lalu.

"Kemungkinan penerbitan surat utang korporasi akan tertahan di semester II 2018 sehingga pertumbuhan emisi surat utang nasional kemungkinan sama dengan tahun lalu," kata Fikri, Selasa (31/7) .


Penyebab pertumbuhan penerbitan surat utang nasional tertahan di tahun ini adalah tren kenaikan yield surat utang dan tantangan kenaikan suku bunga acuan The Fed dan Bank Indonesia.

"Dari tim riset memang tahun lalu kami proyeksikan penerbitan obligasi korporasi akan catatkan rekor tetapi melihat perkembangan di semester I 2018 dan kemungkinan The Fed naikkan suku bunga, maka penerbitan bisa tertahan," kata Fikri.

Namun, Fikri masih optimis, pertumbuhan surat utang dari korporasi paling tidak akan sama dengan perolehan di tahun lalu, yaitu Rp 180 triliun untuk MTN dan obligasi korporasi.

Hingga Juni 2018 Pefindo mencatat jumlah emisi penerbitan surat utang nasional mencapai Rp 75,3 triliun berasal dari 55 perusahaan. Sektor keuangan masih menjadi mayoritas perusahaan yang menerbitkan surat utang. Tercatat ada 19 perusahaan pembiayaan dan 7 perusahaan perbankan yang menerbitkan surat utang terbanyak.

Dari jumlah tersebut obligasi menerbitkan Rp 54,9 triliun, MTN menerbitkan Rp 16,2 triliun, Sekuritisasi menerbitkan Rp 1,8 triliun dan sukuk menerbitkan Rp 2,28 triliun.

Hingga akhir Juni 2018, Pefindo mendapatkan mandat untuk memberi peringkat pada surat utang yang belum listing sebanyak Rp 65,5 triliun dari 57 perusahaan. Jika tidak ada halangan maka jumlah tersebut merupakan potensi penerbitan surat utang nasional dari korporasi hingga akhir tahun.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Sanny Cicilia