KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mencatat penurunan penerbitan obligasi pada kurun waktu Januari – Juli 2026. Penurunan ini salah satunya karena kenaikan biaya dana untuk menerbitkan obligasi korporasi. Chief Economist Pefindo, Suhindarto mengatakan, penerbitan obligasi korporasi mencapai Rp 112,31 triliun pada Januari–Juli 2026. Nilai tersebut turun 16,23% dibandingkan dengan Rp 134,07 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Namun, penurunannya tidak berlangsung merata. Penerbitan Januari–Mei 2026 justru meningkat sekitar 30% secara tahunan menjadi Rp 78,09 triliun, terutama karena penerbitan yang tinggi pada Februari dan Maret ketika lingkungan suku bunga masih rendah. Baca Juga: Dolar AS Terancam Berbalik, Yen Jepang Bisa Jadi Pilihan Valas dengan Valuasi Menarik
Penerbitan Obligasi Korporasi pada Januari – Juli 2026 Anjlok 16,23% YoY
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mencatat penurunan penerbitan obligasi pada kurun waktu Januari – Juli 2026. Penurunan ini salah satunya karena kenaikan biaya dana untuk menerbitkan obligasi korporasi. Chief Economist Pefindo, Suhindarto mengatakan, penerbitan obligasi korporasi mencapai Rp 112,31 triliun pada Januari–Juli 2026. Nilai tersebut turun 16,23% dibandingkan dengan Rp 134,07 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Namun, penurunannya tidak berlangsung merata. Penerbitan Januari–Mei 2026 justru meningkat sekitar 30% secara tahunan menjadi Rp 78,09 triliun, terutama karena penerbitan yang tinggi pada Februari dan Maret ketika lingkungan suku bunga masih rendah. Baca Juga: Dolar AS Terancam Berbalik, Yen Jepang Bisa Jadi Pilihan Valas dengan Valuasi Menarik