Penerbitan Obligasi Multifinance Meningkat pada Kuartal I-2026, Ini Kata OJK



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mencatat penerbitan obligasi atau surat utang multifinance pada kuartal I-2026 mencapai Rp 11,90 triliun. Nilainya naik 42,7%, jika dibandingkan pencapaian pada kuartal I-2025 yang sebesar Rp 8,34 triliun.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) turut angkat bicara mengenai meningkatnya penerbitan obligasi multifinance pada awal tahun ini.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman mengatakan meningkatnya penerbitan obligasi oleh industri multifinance merupakan perkembangan yang positif. 


"Hal itu mencerminkan adanya kepercayaan pasar terhadap fundamental dan prospek industri multifinance," ucapnya dalam konferensi pers RDK OJK, Selasa (5/5/2026).

Agusman bilang, penerbitan obligasi merupakan bagian dari strategi pendanaan yang terencana, yang mana perusahaan multifinance secara aktif melakukan diversifikasi sumber pendanaan guna memperkuat struktur permodalan, sekaligus mendukuung fleksibilitas dalam pengelolaan likuiditas dan ekspansi pembiayaan. 

Baca Juga: Bank Sampoerna Terus Dorong Pertumbuhan Agen untuk Jangkau Segmen Unbanked

Hingga akhir 2026, Agusman memperkirakan, industri multifinance tetap mampu menjaga kinerja pendanaan yang sehat dan berkelanjutan, dengan terus menerapkan tata kelola dan manajemen risiko yang memadai

Sebagai informasi, Pefindo mencatat, dari total penerbitan surat utang korporasi yang sebesar Rp 59,35 triliun pada kuartal I-2026, multifinance menyumbang sekitar 20,1%.

Adapun angka pada kuartal I-2026 juga sudah setara 31,2% dari total penerbitan multifinance sepanjang 2025 yang sebesar Rp 38,18 triliun. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News