Penerbitan Panda Bond: Terbit dalam 2 Seri, Pemerintah Incar US$ 1 Miliar



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indonesia akan menerbitkan obligasi berdenominasi yuan China, yang juga dikenal sebagai Panda Bond pada 23 Juli 2026 mendatang.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, pemerintah menargetkan dana segar hingga US$ 1 miliar dari penerbitan Panda Bond ini.

Pemerintah telah menunjuk Bank of China sebagai penjamin emisi utama (lead underwriter) dan lead bookrunner atau pengelola buku utama, kata Purbaya kepada wartawan dalam konferensi pers, Selasa (21/7/2026).


Lembaga pemeringkat China, Lianhe Rating Co. Ltd, telah memberikan peringkat AAA/Stable untuk Panda Bond perdana Indonesia, kata Purbaya.

Baca Juga: Danantara Serahkan CLoA ke 8 Mitra PSEL, Groundbreaking Desember 2026 - Januari 2027

"Ini adalah pasar baru, meskipun penawarannya mungkin sangat tinggi, kami membatasinya hingga US$ 1 miliar. Jika perlu, kami akan menerbitkan jumlah yang lebih besar," kata Purbaya.

Menurut lembar mandat yang ditinjau oleh Reuters, CICC, CITIC Securities, DBS Bank China, dan ICBC telah ditunjuk sebagai penjamin emisi utama bersama dan pengelola buku bersama.

Transaksi ini bergantung pada kondisi pasar.

Indonesia diberi peringkat "Baa2" oleh Moody's, "BBB" oleh S&P Global dan Fitch Ratings. Indonesia juga memiliki peringkat domestik "AAA" dari lembaga pemeringkatan China, Lianhe, menurut dokumen tersebut.

Penerbitan obligasi pemerintah akan mencakup dua seri yakni untuk tenor 3 tahun senilai 5 miliar yuan atau setara US$ 739,07 juta dan tenor 5 tahun senilai 2 miliar yuan  atau setara US$ 295,63 juta), menurut lembar terpisah yang dilihat oleh Reuters.

Baca Juga: Imbas Perang Timur Tengah, Wakil Ketua MPR Sebut Subsidi Energi Kian Melambung

Periode penawaran ditetapkan pada 23 Juli, dengan penyelesaian jatuh tempo pada 30 Juli, menurut lembar tersebut.

Panda Bond adalah obligasi berdenominasi yuan yang dijual di China daratan oleh penerbit asing.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News