Penerbitan SBN Valas Dinilai Bisa Dilakukan Pemerintah Pada Kuartal I 2026



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemerintah dinilai bisa melakukan penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) valuta asing (valas) pada awal tahun ini sejalan dengan tren penurunan suku bunga The Fed yang diprediksi tidak terjadi pada awal 2026.

Kepala Ekonom BCA David Sumual mengungkapkan, imbal hasil atau yield SBN valas memang memiliki korelasi yang cukup kuat dengan indeks Indeks Dolar Amerika Serikat (AS) (DXY).

“Oleh karena itu, penerbitan SBN valas dinilai berpotensi dilakukan setelah kuartal I 2026, mengingat penurunan suku bunga The Fed diperkirakan baru akan berlanjut pada paruh kedua 2026,” tutur David kepada Kontan, Selasa (20/1/2026).


Baca Juga: Lawatan ke Inggris, Prabowo Akan Temui PM Keir Starmer

Adapun David mencatat, spread atau selisih antara SBN valas dan US Treasury berada di kisaran 70–120 basis poin (bps) dalam setahun terakhir. Dengan kondisi tersebut, yield SBN valas diperkirakan akan tetap stabil pada rentang 4,8% hingga 5,1% pada tahun ini.

Sejalan dengan itu, ia juga menilai penerbitan Dim Sum Bond dan Kangaroo Bond masih menarik untuk diterbitkan, apabila ada kepastian penerbitan yang konstan.

“Ini akan menarik bagi investor jangka panjang seperti asuransi dan dapen,” ungkapnya.

Lebih lanjut, terkait proyeksi kupon utang valas di tengah pelemahan rupiah serta dampaknya terhadap anggaran dan beban pembayaran utang, David menilai bahwa kisaran kupon saat ini masih dinilai aman.

Ia menambahkan bahwa besaran kupon tersebut pada akhirnya akan bergantung pada proses book building dan seberapa besar minat investor.

Sebagai contoh, untuk penerbitan seri ORI028 yang ditawarkan pada 29 September 2025 sampai 23 Oktober 2025 memiliki jenis kupon tetap (fixed rate) yakni 5,35% per tahun untuk tenor tiga tahun dan 5,65% per tahun untuk tenor enam tahun.

Baca Juga: Purbaya Bakal Utus Suahasil Hadiri RDG BI Edisi Januari untuk Redam Spekulasi Pasar

Selanjutnya: Saham-Saham Batubara Melesat Awal 2026, Bagaimana Prospeknya?

Menarik Dibaca: Pastikan Kanal Pemesanan Tiket Lebaran Stabil, KAI Lakukan Migrasi Sistem Besok

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News