KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemerintah dinilai bisa melakukan penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) valuta asing (valas) pada awal tahun ini sejalan dengan tren penurunan suku bunga The Fed yang diprediksi tidak terjadi pada awal 2026. Kepala Ekonom BCA David Sumual mengungkapkan, imbal hasil atau yield SBN valas memang memiliki korelasi yang cukup kuat dengan indeks Indeks Dolar Amerika Serikat (AS) (DXY). “Oleh karena itu, penerbitan SBN valas dinilai berpotensi dilakukan setelah kuartal I 2026, mengingat penurunan suku bunga The Fed diperkirakan baru akan berlanjut pada paruh kedua 2026,” tutur David kepada Kontan, Selasa (20/1/2026).
Penerbitan SBN Valas Dinilai Bisa Dilakukan Pemerintah Pada Kuartal I 2026
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemerintah dinilai bisa melakukan penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) valuta asing (valas) pada awal tahun ini sejalan dengan tren penurunan suku bunga The Fed yang diprediksi tidak terjadi pada awal 2026. Kepala Ekonom BCA David Sumual mengungkapkan, imbal hasil atau yield SBN valas memang memiliki korelasi yang cukup kuat dengan indeks Indeks Dolar Amerika Serikat (AS) (DXY). “Oleh karena itu, penerbitan SBN valas dinilai berpotensi dilakukan setelah kuartal I 2026, mengingat penurunan suku bunga The Fed diperkirakan baru akan berlanjut pada paruh kedua 2026,” tutur David kepada Kontan, Selasa (20/1/2026).