JAKARTA. Pemerintah akan memangkas defisit anggaran 2015 di level 2%, dari rencana semula 2,21% di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2015. Revisi ini akan diusulkan dalam APBN-Perubahan 2015 yang akan diajukan ke parlemen Januari tahun depan. Keputusan ini diikuti dengan rencana pemerintah menggunting nilai pembiayaan. Salah satunya dari penerbitan surat utang. Penerbitan utang 2015 yang rencananya sebanyak Rp 277 triliun akan dipotong hingga Rp 22 triliun. Dengan begitu, sumber pembiayaan surat utang pemerintah tahun depan hanya akan sebanyak Rp 255 triliun. Pemerintah beralasan, pengurangan defisit untuk menghindari risiko dari kenaikan suku bunga di Amerika Serikat (AS) pada tahun depan. Kebijakan ini diprediksi mengakibatkan gejolak pada fundamental ekonomi Indonesia.
Penerbitan Surat Utang Negara dikekang
JAKARTA. Pemerintah akan memangkas defisit anggaran 2015 di level 2%, dari rencana semula 2,21% di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2015. Revisi ini akan diusulkan dalam APBN-Perubahan 2015 yang akan diajukan ke parlemen Januari tahun depan. Keputusan ini diikuti dengan rencana pemerintah menggunting nilai pembiayaan. Salah satunya dari penerbitan surat utang. Penerbitan utang 2015 yang rencananya sebanyak Rp 277 triliun akan dipotong hingga Rp 22 triliun. Dengan begitu, sumber pembiayaan surat utang pemerintah tahun depan hanya akan sebanyak Rp 255 triliun. Pemerintah beralasan, pengurangan defisit untuk menghindari risiko dari kenaikan suku bunga di Amerika Serikat (AS) pada tahun depan. Kebijakan ini diprediksi mengakibatkan gejolak pada fundamental ekonomi Indonesia.