KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Persentase rumah tangga yang pernah menerima program bantuan pangan pada 2026 turun menjadi 15,08%.
Angka tersebut merupakan yang terendah dalam lima tahun terakhir, berdasarkan laporan BPS berjudul Statistik Kesejahteraan Rakyat 2026 yang diunggah pada 5 Oktober 2026. BPS mencatat persentase rumah tangga penerima bantuan pangan pada 2022 masih mencapai 20,33%.
Baca Juga: BI: Pertumbuhan Uang Primer (M0) Melambat Tajam, Jadi 9,3% YoY Per September 2026 Angka tersebut kemudian turun menjadi 17,88% pada 2023, sebelum meningkat menjadi 20,44% pada 2024. Setelah itu, proporsinya kembali menurun menjadi 18,07% pada 2025 dan 15,08% pada 2026. Dengan demikian, dibandingkan tahun sebelumnya, persentase rumah tangga penerima bantuan pangan berkurang 2,99 poin persentase. Sementara dibandingkan 2022, penurunannya mencapai 5,25 poin persentase. Jika dibandingkan dengan level tertinggi dalam periode 2022-2026, yakni 20,44% pada 2024, persentase penerima bantuan pangan pada 2026 telah turun 5,36 poin persentase.
Penerima PKH Juga Menurun
Penurunan tidak hanya terlihat pada indikator penerimaan bantuan pangan. BPS juga mencatat persentase rumah tangga penerima Program Keluarga Harapan (PKH) sebesar 13,61% pada 2026. Angka tersebut turun dari 13,97% pada 2025. Pada 2023 dan 2024, persentase rumah tangga penerima PKH masing-masing mencapai 15,57%.
Namun, data BPS tersebut tidak menjelaskan penyebab penurunan persentase rumah tangga penerima bantuan pangan maupun PKH. Data tersebut merupakan bagian dari Statistik Kesejahteraan Rakyat 2026 yang bersumber dari Susenas Maret 2026. Survei tersebut mencakup 356.000 rumah tangga yang tersebar di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota di Indonesia.
Baca Juga: Hilirisasi vs Transisi Energi, PWYP Soroti Risiko Kementerian Baru Bahlil Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News