JAKARTA. Seretnya penerimaan negara tahun ini sepertinya tak hanya datang dari pajak. Pos penerimaan bea dan cukai begitu pula. Data Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemkeu) menyebutkan, realisasi penerimaan bea dan cukai per akhir Agustus 2015 baru Rp 100,42 triliun. Perolehan ini cuma setara 51,49% target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2015 sebesar Rp 195 triliun. Dari realisasi itu, sekitar Rp 77,51 triliun disumbang oleh penerimaan cukai. Meski demikian, perolehan tersebut masih jauh dari target yang seharusnya tercapai di Agustus 2015 (Rp 97,15 triliun). Kepala Sub Direktorat Hubungan Masyarakat Ditjen Bea dan Cukai Haryo Limanseto mengatakan, rendahnya penerimaan cukai dipicu oleh penurunan penerimaan cukai tembakau lantaran rendahnya produksi dan konsumsi rokok.
Penerimaan bea cukai baru 51,49% dari target
JAKARTA. Seretnya penerimaan negara tahun ini sepertinya tak hanya datang dari pajak. Pos penerimaan bea dan cukai begitu pula. Data Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemkeu) menyebutkan, realisasi penerimaan bea dan cukai per akhir Agustus 2015 baru Rp 100,42 triliun. Perolehan ini cuma setara 51,49% target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2015 sebesar Rp 195 triliun. Dari realisasi itu, sekitar Rp 77,51 triliun disumbang oleh penerimaan cukai. Meski demikian, perolehan tersebut masih jauh dari target yang seharusnya tercapai di Agustus 2015 (Rp 97,15 triliun). Kepala Sub Direktorat Hubungan Masyarakat Ditjen Bea dan Cukai Haryo Limanseto mengatakan, rendahnya penerimaan cukai dipicu oleh penurunan penerimaan cukai tembakau lantaran rendahnya produksi dan konsumsi rokok.