KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Keuangan mencatat realisasi penerimaan pajak hingga Maret 2026 atau kuartal I-2026 mencapai Rp 394,8 triliun. Angka tersebut setara 16,7% dari target dalam APBN 2026. Secara tahunan, setoran pajak ini tumbuh signifikan sebesar 20,7% (year on year/yoy). Namun, Pengamat Pajak Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA), Fajry Akbar menilai kenaikan tersebut belum sepenuhnya mencerminkan kondisi ekonomi yang kuat.
Menurutnya, meskipun secara persentase terlihat tinggi, peningkatan penerimaan pajak secara nominal relatif terbatas jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. "Memang terlihat tinggi tapi nyatanya cuma naik 0,26% dari penerimaan pajak tahun 2024 pada bulan yang sama, bahkan lebih rendah dari penerimaan pajak tahun 2023 pada bulan yang sama," ujar Fajry kepada Kontan.co.id, Senin (6/4/2026).
Baca Juga: Penerimaan Pajak Kuartal I-2026 Tumbuh 20,7%, Purbaya: Ada Perbaikan Ekonomi Ia menilai, dengan kondisi tersebut, kurang tepat jika pertumbuhan penerimaan pajak sebesar 20,7% langsung diartikan sebagai cerminan perbaikan ekonomi yang signifikan. Fajry juga menyoroti indikator konsumsi masyarakat, salah satunya dari penjualan sepeda motor yang umumnya meningkat menjelang hari raya. Pada Maret 2023 dan 2024, penjualan sepeda motor masing-masing tercatat mencapai 663 ribu unit dan 584 ribu unit. Sementara itu, pada Februari 2026, penjualan sepeda motor hanya mencapai 587 ribu unit, yang dinilai belum menunjukkan lonjakan konsumsi yang kuat seperti pola tahun-tahun sebelumnya.
Baca Juga: Ditjen Pajak: Penerimaan Pajak Februari 2026 Tumbuh 30,2% Dengan kondisi tersebut, ia mengingatkan pemerintah untuk tetap waspada dan tidak terlalu cepat menyimpulkan bahwa kinerja penerimaan pajak saat ini sepenuhnya mencerminkan penguatan ekonomi domestik. "Kita apresiasi karena ada perbaikan dari tahun lalu namun kita perlu akui juga jika perbaikan kenaikan penerimaan pajak pada tahun ini masih belum cukup (bahkan jauh) untuk mencapai target penerimaan pajak tahun ini," imbuh Fajry.
Baca Juga: Prabowo Akui Penerimaan Negara Mulai Meningkat Usai Bersihkan Internal Pajak Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News