Penetrasi Internet Dongkrak Kinerja Transaksi Pembayaran Digital



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah pemain dompet digital menunjukkan pertumbuhan kinerja yang positif pada semester I-2026. 

Salah satunya adalah LinkAja yang menunjukkan pertumbuhan volume transaksi sebesar 13% dan nilai transaksi 10% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.

Selain itu, dompet digital Amartha juga menunjukkan kinerja positif yang tecermin dari adopsi layanan keuangan digital di kalangan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).


Direktur Ekonomi Digital Celios, Nailul Huda mengatakan bahwa penetrasi internet yang makin kencang membuat pertumbuhan pembayaran transaksi digital terus melaju.

Baca Juga: Perubahan Pola Konsumsi Dorong Transaksi Dompet Digital dan QRIS

"Penetrasi internet yang masih kencang masih akan menggeser pola konsumsi sistem layanan keuangan dari layanan fisik menjadi layanan digital," jelasnya kepada Kontan, Jumat (24/7/2026).

Kendati begitu, menurutnya pertumbuhan transaksi dengan dompet digital lebih landai jika dibandingkan dengan QRIS seiring dengan perbankan yang juga membuka pembayaran dengan QRIS. 

Namun, Huda menilai dompet digital masih memiliki keunggulan melalui ekosistem digital yang dimiliki. Penggunaan pada platform e-commerce dan layanan ride-hailing masih menjadi penopang utama transaksi.

Di samping itu, peluang pertumbuhan juga datang dari masyarakat yang belum memiliki rekening bank, dengan kemudahan pendaftaran sebagai salah satu faktor penting untuk memperluas penetrasi layanan dompet digital.

Baca Juga: Transaksi Digital Melejit, Volume Transaksi LinkAja Tumbuh 13% di Semester I-2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: