Penetrasi Pindar di Luar Jawa Naik 29%, Terkendala Akses Internet dan Kehadiran Fisik



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penetrasi pinjaman daring (pindar) di luar Pulau Jawa masih menghadapi sejumlah tantangan. Keterbatasan akses internet dan minimnya kehadiran fisik penyelenggara pindar di daerah menjadi hambatan dalam memperluas skala pembiayaan.

Direktur Ekonomi Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda mengatakan kebutuhan pendanaan masyarakat di luar Jawa masih cukup tinggi. Kondisi tersebut didorong oleh kebutuhan yang meningkat di tengah pendapatan masyarakat yang melemah.

Menurutnya, peluang penetrasi pindar di luar Jawa cukup besar karena masih banyak masyarakat yang belum tersentuh layanan perbankan. Kemudahan akses melalui internet membuat pindar bisa menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat yang membutuhkan pendanaan.


Baca Juga: Rasio Kredit Macet BRI Finance Turun Jadi 1,69%, Pengajuan Pembiayaan Tetap Selektif

Namun, akses internet yang belum merata menjadi salah satu kendala dalam memperbesar penyaluran pembiayaan di luar Jawa. Pindar relatif mudah diakses oleh masyarakat yang memiliki koneksi internet memadai, tetapi jangkauannya masih terbatas di daerah dengan akses internet yang baik.

"Akses internet ini masih menjadi hambatan untuk memperbesar skala pembiayaan di luar Pulau Jawa," ujarnya kepada Kontan, Rabu (16/9/2026).

Selain infrastruktur digital, Nailul menyoroti minimnya perwakilan penyelenggara pindar secara fisik di daerah. Menurutnya, hampir seluruh penyelenggara pindar masih berkantor di Pulau Jawa sehingga penetrasi secara fisik ke luar Pulau Jawa masih terbatas.

Keterbatasan kehadiran fisik tersebut dinilai dapat menjadi tantangan dalam pengelolaan pembiayaan di daerah. Interaksi dan pemantauan terhadap peminjam menjadi lebih terbatas ketika penyelenggara tidak memiliki perwakilan di wilayah tersebut.

"Ketidakhadiran pindar secara fisik di beberapa kota bisa menghadirkan potensi gagal bayar juga," jelasnya.

Meski demikian, ia melihat kebutuhan pendanaan dan masih terbatasnya akses perbankan tetap menjadi ruang bagi pindar untuk memperluas penetrasi di luar Jawa. Perluasan tersebut masih bergantung pada dukungan akses internet serta kehadiran penyelenggara di berbagai daerah.

Sebagai informasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penyaluran pembiayaan ke luar Pulau Jawa oleh industri pindar tumbuh sebesar 29,05% year on year (YoY), menjadi Rp32,81 triliun pada Juli 2026.

Baca Juga: Dua Pemegang Saham Afiliasi Bank Mayapada (MAYA) Kembali Kurangi Kepemilikan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News