KONTAN.CO.ID – NEW YORK. Chief Legal Officer Goldman Sachs, Kathy Ruemmler, mengundurkan diri dari jabatannya setelah dokumen terbaru yang dirilis U.S. Department of Justice (DoJ) mengungkap hubungan komunikasinya dengan terpidana kasus kejahatan seksual, Jeffrey Epstein. CEO Goldman Sachs, David Solomon, dalam pernyataannya pada Kamis (12/2) menyampaikan bahwa dirinya telah menerima pengunduran diri Ruemmler dan menghormati keputusan tersebut. “Sebagai salah satu profesional paling berprestasi di bidangnya, Kathy juga menjadi mentor dan sahabat bagi banyak orang di perusahaan kami, dan ia akan dirindukan,” ujar Solomon.
Pengunduran diri Ruemmler menjadi salah satu kepergian pejabat bank paling menonjol setelah DoJ merilis dokumen terbaru terkait Epstein bulan lalu. Keputusan tersebut akan efektif per 30 Juni, menurut sumber yang mengetahui langsung persoalan ini.
Baca Juga: Polisi Norwegia Geledah Rumah Mantan PM Jagland dalam Penyelidikan Epstein Terungkap dalam Dokumen DOJ
Dokumen yang dirilis DoJ menunjukkan bahwa Ruemmler menerima sejumlah hadiah dari Epstein, termasuk anggur dan tas tangan. Ia juga disebut memberikan nasihat kepada Epstein mengenai cara merespons pertanyaan media terkait dugaan perlakuan hukum khusus yang diterimanya karena koneksi yang dimiliki. Dalam pernyataannya kepada Financial Times, Ruemmler menyebut perhatian media terhadap dirinya, yang berkaitan dengan pekerjaannya terdahulu sebagai pengacara pembela, telah menjadi distraksi. Sebelum bergabung dengan Goldman Sachs, Ruemmler menjabat sebagai global chair praktik pembelaan white-collar dan investigasi di firma hukum Latham & Watkins LLP. Ia juga pernah menjadi penasihat Gedung Putih pada era pemerintahan Presiden Barack Obama.
Rangkaian Komunikasi dengan Epstein
Dokumen tersebut mengungkap Ruemmler memiliki banyak komunikasi dengan Epstein dalam kurun 2014 hingga 2019, bahkan setelah Epstein mengaku bersalah pada 2008 atas tuduhan merekrut anak di bawah umur untuk prostitusi. Dalam email yang terungkap, Ruemmler menyebut Epstein sebagai “Uncle Jeffrey”. Ia juga menerima sejumlah hadiah, termasuk aksesori Apple Watch bermerek Hermes. Pada 2019, ia kembali mengucapkan terima kasih atas hadiah yang diterimanya. Epstein sendiri ditangkap pada Juli 2019 atas tuduhan perdagangan seks. Ia ditemukan meninggal dunia di sel penjara Manhattan sebulan kemudian. Kepala pemeriksa medis Kota New York menyatakan kematiannya sebagai bunuh diri.
Baca Juga: CEO Hermes Sebut Jeffrey Epstein Predator Finansial, Klaim Dirinya Jadi Target Catatan terpisah dari Federal Bureau of Investigation (FBI) menunjukkan bahwa pada hari penangkapannya, Epstein sempat menanyakan kepada aparat penegak hukum, “Apakah ini tentang perdagangan seks? Apakah ini tentang anak di bawah umur?” serta mengucapkan, “Ini buruk, ini sangat buruk.”
Dampak ke Sejumlah Bank Global
Pengungkapan dokumen terbaru juga menyeret sejumlah institusi keuangan besar lainnya. Dokumen menunjukkan bahwa UBS membuka rekening bagi Ghislaine Maxwell—rekan Epstein—pada 2014, hanya beberapa bulan setelah JPMorgan Chase mengakhiri hubungan bisnisnya dengan Epstein. Rilis dokumen ini kembali menyoroti luasnya jaringan relasi Epstein di kalangan tokoh politik, keuangan, dan akademisi, baik sebelum maupun sesudah pengakuan bersalahnya pada 2008. Dalam pernyataan sebelumnya kepada Reuters, Ruemmler menegaskan bahwa hubungannya dengan Epstein murni dalam kapasitas profesional sebagai pengacara pembela. “Saya tidak memiliki pengetahuan tentang tindak kriminal yang sedang berlangsung dan tidak mengenalnya sebagai sosok mengerikan seperti yang kemudian terungkap,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa email pribadi yang kini menjadi sorotan media tidak memiliki kaitan dengan pekerjaannya di Goldman Sachs. Kasus ini kembali memicu perhatian publik terhadap tata kelola, reputasi, dan standar etika di industri perbankan global, terutama menyangkut relasi dengan klien berisiko tinggi.