KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Agrinas Pangan Nusantara terus memacu realisasi pembangunan aset fisik Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di seluruh Indonesia. Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota mengungkapkan, hingga saat ini pihaknya telah menyerap anggaran sekitar Rp 90 triliun dari total plafon pendanaan yang disediakan untuk pembangunan aset fisik Kopdes Merah Putih. Joao menjelaskan, pendanaan tersebut bersumber dari kucuran kredit Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Hal ini merujuk pada kesepakatan empat Menteri pada Oktober 2025 lalu yang menunjuk Agrinas sebagai pelaksana pengadaan sarana dan prasarana program strategis tersebut.
"Kita mundur ke bulan Oktober (2025) di mana itu ada kesepakatan empat Menteri menunjuk Agrinas sebagai pelaksana. Kemudian kami mendapatkan kucuran dana sebesar Rp 200 triliun dari bank Himbara untuk melakukan pengadaan tersebut. Kemudian sampai hari ini mungkin kami sudah menghabiskan sekitar Rp 90 triliun," ujarnya dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Selasa (24/2/2026).
Baca Juga: Agrinas Beberkan Nasib Mobil Impor Kopdes yang Masuk RI Setelah Dapat Penolakan DPR Adapun realisasi dana jumbo sebesar Rp 90 triliun tersebut dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur dasar di tingkat desa. Dia memerinci bahwa anggaran itu terserap untuk pengadaan unit kendaraan operasional hingga pembangunan fisik gerai di lapangan. "Untuk pengadaan sarana prasarana termasuk mobil maupun pembangunan fisik gerai-gerai operasi tersebut," tandasnya. Di samping itu, Joao mengatakan telah menyetorkan uang muka atau down payment (DP) sebesar 30% untuk pengadaan 105.000 unit mobil pikap guna mendukung operasional logistik koperasi desa merah putih (KDMP). Dalam pertanyaan yang dilontarkan media, Joao secara tersirat mengonfirmasi bahwasanya kontrak pengadaan 105.000 pikap tersebut mencapai Rp 24,66 triliun. Asal tahu saja, Agrinas Pangan telah menandatangani kontrak pembelian 105.000 pikap dari dua pabrikan asal India, yakni Mahindra & Mahindra (M&M) Ltd dan Tata Motors pada 23 Desember 2025 lalu. Joao menjelaskan, pembayaran DP tersebut dilakukan karena pesanan armada ini merupakan pesanan khusus dari perusahaan. Ia mengungkapkan, awalnya pihak pabrikan yakni Mahindra melalui RMA hanya sanggup memasok 2.000 unit, namun melalui negosiasi panjang, mereka akhirnya bersedia mengalokasikan lini produksi khusus untuk kebutuhan Agrinas.
"Oleh karena itu kami harus memberikan down payment 30% dan itu sudah kami lakukan untuk semua produk yang kami beli," terangnya. Joao menambahkan, seluruh kontrak pengadaan alat pendukung di Agrinas telah diselesaikan sebelum tanggal 23 Desember. Hal ini mencakup pengadaan rak, sistem CCTV, mesin pemindai (scanning), hingga perangkat komputer untuk sistem pembayaran kasir di Kopdes Merah Putih.
Baca Juga: DPR Minta Tunda Pengadaan 105.000 Pikap Asal India, Begini Respon Agrinas Pangan Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News