Pengajuan KPR di AS Meningkat di Bulan Maret, Ini Penyebabnya



KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Aktivitas pengajuan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) di Amerika Serikat (AS) meningkat pada pekan ketiga Maret 2023 ke level tertinggi dalam enam bulan. 

Peningkatan ini didorong oleh penurunanan bunga KPR selama tiga minggu berturut-turut pasca kegagalan tiga bank di AS. Bangkrutnya Sillicon Valley Bank (SVB) telah mengaburkan prospek suku bunga. 

Indeks mingguan yang dirilis Mortgage Banker Association (MBA) menunjukkan bahwa volume pengajuan aplikasi KPR naik 2,9% pada pekan lalu. Ini merupakan kenaikan mingguan keempat berturut-turut, laju kenaikan terpanjang dalam empat tahun. 


Kenaikan itu terutama ditopang oleh pengajuan aplikasi untuk KPR refinancing yang tumbuh 4,8%, tertinggi sejak September 2022. Sedangkan pengajuan aplikasi pembelian rumah naik 2%.

MBA mencatat, suku bunga tetap untuk rata-rata untuk KPR jangka waktu 30 tahun, tenor KPR paling populer di AS, turun ke level terendag dalam enam minggu, yakni 6,45%.

"Penurunan bunga tetap ini direspon pembeli rumah, yang mengarah pada peningkatan minggu keempat berturut-turut dalam aplikasi pembelian," kata Wakil Presiden MBA dan Wakil Kepala Ekonom Joel Kan.

Sementara melambatnya kenaikan harga rumah di banyak bagian negara juga  telah membantu meningkatkan daya beli pembeli.

Kebijakan The Fed mengerek suku bunga acuan demi meredam inflasi telah mendorong bunga KPR mencapai puncak tertinggi di atas 75 pada musim gugur lalu. Kondisi ini telah membuat penjualan rumah melemah. 

Namun, kegagalan Silicon Valley Bank dan Signature Bank telah membuat arah kenaikan suku bunga The Fed dilingkupi ketidakpastian.

Editor: Dina Hutauruk