JAKARTA. Inspektur Jenderal Yotje Mende berniat mendaftarkan diri menjadi calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pengalaman di bidang reserse dan kriminal selama 20 tahun dan pernah menyidik kasus korupsi Gayus Tambunan menjadi bekal niatnya tersebut. "Walaupun saya tidak pernah di KPK atau Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim, saya pernah jadi tim khusus penyidik Gayus Tambunan, 2010. Kasus itu kan fenomenal karena menyinggung anggota Polri, jaksa sampai pengacara," ujar Yotje saat dihubungi Kompas.com, Selasa (16/6). Selain itu, dari 34 tahun kariernya di kepolisian, 20 tahunnya ia habiskan di jabatan yang berkaitan dengan fungsi penyidikan, yakni reserse dan kriminal. Tercatat, pria angkatan Akademi Kepolisian tahun 1981 tersebut memulai karier di bidang reserse tahun 1986, yakni sebagai Perwira Unit Satuan Penyelidikan Psikotropika.
Pengalaman usut Gayus menjadi bekal Irjen Yotje
JAKARTA. Inspektur Jenderal Yotje Mende berniat mendaftarkan diri menjadi calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pengalaman di bidang reserse dan kriminal selama 20 tahun dan pernah menyidik kasus korupsi Gayus Tambunan menjadi bekal niatnya tersebut. "Walaupun saya tidak pernah di KPK atau Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim, saya pernah jadi tim khusus penyidik Gayus Tambunan, 2010. Kasus itu kan fenomenal karena menyinggung anggota Polri, jaksa sampai pengacara," ujar Yotje saat dihubungi Kompas.com, Selasa (16/6). Selain itu, dari 34 tahun kariernya di kepolisian, 20 tahunnya ia habiskan di jabatan yang berkaitan dengan fungsi penyidikan, yakni reserse dan kriminal. Tercatat, pria angkatan Akademi Kepolisian tahun 1981 tersebut memulai karier di bidang reserse tahun 1986, yakni sebagai Perwira Unit Satuan Penyelidikan Psikotropika.