JAKARTA. Pemerintah pesimis terhadap penerimaan bea masuk. Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2015, target bea masukĀ turun Rp 2,1 triliun menjadi Rp 35,2 triliun. Pengamat Ekonomi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Latif Adam berpendapat dari tiga pos penerimaan bea cukai yang masih bisa diandalkan adalah bea masuk. Keinginan investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia dengan membangun proyek infrastruktur bisa meningkatkan impor bahan baku dan barang modal. Di sisi lain, pemerintah juga memfokuskan diri pada pembangunan infrastruktur. "Potensi bea masuk masih tinggi karena investasi selalu berjalan linear dengan tingginya impor barang modal dan baku," ujar Latif ketika dihubungi KONTAN, Senin (26/1).
Pengamat: Bea masuk masih bisa diandalkan
JAKARTA. Pemerintah pesimis terhadap penerimaan bea masuk. Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2015, target bea masukĀ turun Rp 2,1 triliun menjadi Rp 35,2 triliun. Pengamat Ekonomi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Latif Adam berpendapat dari tiga pos penerimaan bea cukai yang masih bisa diandalkan adalah bea masuk. Keinginan investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia dengan membangun proyek infrastruktur bisa meningkatkan impor bahan baku dan barang modal. Di sisi lain, pemerintah juga memfokuskan diri pada pembangunan infrastruktur. "Potensi bea masuk masih tinggi karena investasi selalu berjalan linear dengan tingginya impor barang modal dan baku," ujar Latif ketika dihubungi KONTAN, Senin (26/1).