JAKARTA. Wajah baru Kabinet Indonesia Bersatu jilid II bakal dirilis malam ini oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Sejauh ini, masyarakat Indonesia sudah disuguhi gambaran awal seperti apa nanti susunan kabinet yang akan bekerja hingga tiga tahun ke depan. Penambahan pos wakil menteri dipastikan akan membuat kabinet menjadi jauh lebih gemuk. Pengamat ekonomi David Sumual menuturkan, sejatinya pelaku pasar pesimis pergantian susunan kabinet dapat membawa perbaikan iklim investasi dan usaha di Indonesia. Pelaku pasar lebih menitikberatkan harapan pada perbaikan struktur pemerintahan agar lebih efisien. Investor menginginkan struktur birokrasi yang lincah dan tidak terlalu gemuk sehingga mempercepat koordinasi dalam memacu investasi maupun pertumbuhan di sektor lainnya. Yang harus diingat, selama ini, ekonomi Indonesia tetap mampu tumbuh lebih karena masih kuatnya daya konsumsi domestik, bukan karena gebrakan dari pemerintah. "Makanya, Presiden harusnya merombak struktur agar bisa menciptakan gebrakan baru di bidang investasi dan perekonomian lainnya," kata David kepada KONTAN, kemarin.
Pengamat Ekonomi: Kabinet makin gemuk bisa menghambat pengembangan investasi
JAKARTA. Wajah baru Kabinet Indonesia Bersatu jilid II bakal dirilis malam ini oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Sejauh ini, masyarakat Indonesia sudah disuguhi gambaran awal seperti apa nanti susunan kabinet yang akan bekerja hingga tiga tahun ke depan. Penambahan pos wakil menteri dipastikan akan membuat kabinet menjadi jauh lebih gemuk. Pengamat ekonomi David Sumual menuturkan, sejatinya pelaku pasar pesimis pergantian susunan kabinet dapat membawa perbaikan iklim investasi dan usaha di Indonesia. Pelaku pasar lebih menitikberatkan harapan pada perbaikan struktur pemerintahan agar lebih efisien. Investor menginginkan struktur birokrasi yang lincah dan tidak terlalu gemuk sehingga mempercepat koordinasi dalam memacu investasi maupun pertumbuhan di sektor lainnya. Yang harus diingat, selama ini, ekonomi Indonesia tetap mampu tumbuh lebih karena masih kuatnya daya konsumsi domestik, bukan karena gebrakan dari pemerintah. "Makanya, Presiden harusnya merombak struktur agar bisa menciptakan gebrakan baru di bidang investasi dan perekonomian lainnya," kata David kepada KONTAN, kemarin.