Pengamat nilai Chevron bisa jadi opsi mitra Pertamina Hulu Rokan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pencarian mitra menjadi salah satu poin penting yang disoroti dalam transisi alih kelola Blok Rokan dari PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) ke Pertamina Hulu Rokan (PHR). Sebelumnya, Pertamina telah memastikan ada sejumlah perusahaan yang menyatakan minat untuk menjadi mitra dalam mengelola Blok Rokan.

Pengamat Energi dari Reforminer Institute Komaidi Notonegoro mengungkapkan operator eksisting yakni Chevron bisa saja menjadi opsi sebagai mitra PHR. "Jika bisa menggandeng Chevron tentu akan jauh lebih baik. Karena jelas-jelas sudah sangat paham dan berpengalaman," kata Komaidi kepada Kontan.co.id, Senin (28/9).

Komaidi menambahkan, secara umum aspek finansial dan teknologi bakal jadi pertimbangan penting dalam kategori kebutuhan mitra Pertamina. Menurutnya, finansial operasional Blok Rokan bakal membutuhkan biaya yang besar sehingga PHR membutuhkan mitra dalam pengelolaannya.


Baca Juga: Ini sejumlah stimulus yang dikeluarkan Kementerian ESDM di masa pandemi Covid-19

"Mitra apalagi yang sudah pengalaman akan bagus juga untuk pengembangan teknologi yang tentu diperlukan untuk mempertahankan apalagi meningkatkan produksi Blok Rokan," ujar Komaidi.

Ia menambahkan, kepastian mitra jika bisa diperoleh lebih awal akan semakin baik demi kelanjutan operasi pasca alih kelola nanti. Disisi lain, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Chevron baru saja menandatangani Head of Agreement (HoA) seputar kelanjutan investasi di Rokan. Chevron ditargetkan akan kembali memulai pengeboran pada November tahun ini.

Selanjutnya: Head of agreement Rokan diteken, Chevron lanjutkan pengeboran pada November

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .