Pengamat: Pandemi jadi momentum tepat bagi Pertamina akuisisi blok migas luar negeri



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina (Persero) dikabarkan tengah melakukan pembahasan dan diskusi untuk mengakuisisi aset minyak dan gas bumi (migas) di luar negeri. Sejumlah pengamat berpendapat, Pertamina mengambil langkah yang tepat jika jadi mengakuisisi blok migas di luar negeri di masa pandemi ini.

Pengamat migas dari Universitas Trisakti Pri Agung Rakhmanto mengungkapkan, Pertamina memang perlu melakukan akuisisi blok migas di luar negeri. Jika saat ini Pertamina memiliki cash financial yang kuat, Pri menilai tren harga minyak yang rendah merupakan momentum yang tepat untuk bisa mendapatkan aset migas dengan harga yang lebih murah, sehingga bisa lebih menguntungkan bagi Pertamina.

Baca Juga: Lewat Aturan Baru, Pemain Migas Bisa Mengalihkan Kontrak yang Belum Kelar


"Akuisisi blok migas di luar negeri memang diperlukan oleh Pertamina untuk tumbuh," kata Pri kepada Kontan.co.id, Jum'at (7/8).

Pri membandingkan, potensi atau cadangan Wilayah Kerja (WK) migas di Indonesia memang masih potensial. Namun, untuk yang sudah terbukti (proven) sebagian besar sudah menjadi lapangan migas yang tua (mature), sehingga lebih sulit dan mahal dalam peningkatan cadangan maupun produksinya.

"Sedangkan untuk yang belum proven, sebagian besar berada di wilayah yang belum tereksplorasi. Masih perlu eksplorasi masif yang juga tidak mudah, high risk dan high capital," terang Pri.

Adapun untuk lapangan migas di luar negeri, khususnya timur tengah, secara teknis pada umumnya memiliki prospek yang lebih baik dari sisi potensi cadangan, produksi maupun tingkat risiko. "Lebih manageable dan tingkat pengembalian investasi yang lebih menjanjikan," sambung Pri.

Hal senada juga disampaikan oleh Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro. Dengan mempertimbangkan kondisi produksi-konsumsi migas domestik, kata Komaidi, akuisisi blok migas luar negeri perlu dilakukan Pertamina.

Dia bilang, tekanan harga komoditas migas saat masa pandemi ini menjadi momentum yang tepat untuk melakukan akuisisi. "Jika ada anggaran dapat dikatakan saat ini merupakan momen tepat. Dengan harga migas rendah pembelian aset otomatis akan bisa rendah pula, sehingga secara bisnis relatif lebih menguntungkan," sebut Komaidi.

Yang terpenting, sambungnya, proses akuisisi harus dilakukan dengan kaidah bisnis yang benar mengikuti prosedur dan administrasi yang sesuai aturan. Dalam hal ini, Komaidi mengingatkan agar kasus akuisisi blok migas di luar negeri yang menyebabkan Direktur Utama Pertamina terdahulu terjerat kasus hukum, jangan sampai terulang.

Kasus yang dimaksud ialah Dirut Pertamina terdahulu, Karen Agustiawan, yang tersandung hukum akibat persoalan merger dan akuisisi (M&A) di Blok Baske Manta Gummy (BMG) Australia. 

Editor: Herlina Kartika Dewi