Pengamat Proyeksi Nilai Ekonomi Piala Dunia 2026 ke Indonesia Capai Rp 4 Triliun



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perhelatan Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung di Amerika Serikat (AS), Meksiko, dan Kanada diproyeksi membawa dampak ekonomi ke Indonesia. Nilai perputaran uang dari ajang sepak bola terbesar di dunia tersebut ditaksir bisa mencapai triliunan rupiah.

Managing Director Paramadina Public Policy Institute (PPPI), Rosyid Jazuli memperkirakan perputaran ekonomi dari momentum ini berkisar antara Rp 3 triliun hingga Rp 4 triliun. Angka tersebut didorong oleh konsumsi domestik masyarakat selama turnamen berlangsung.

"Soal nilai ekonomi di Indonesia, dari studi dan perkiraan yang ada, saya prediksi berkisar Rp 3 triliun sampai Rp 4 triliun," ujarnya kepada Kontan.co.id, Jumat (22/5).


Baca Juga: Kemenhaj Copot Stiker Ilegal KBIHU di Tenda Arafah, Dahnil Ancam Cabut Izin

Menurut Rosyid, perputaran uang tersebut mencakup pengeluaran masyarakat untuk konsumsi siaran, aktivitas nonton bareng (nobar), hingga pembelian suvenir. Apalagi, TVRI telah didaulat memegang hak siar resmi untuk pasar dalam negeri.

"Ini termasuk spending langganan siaran, nobar, makanan dan minuman, transport, akomodasi, dan baju/jersey," terangnya.

Kendati potensi ekonomi domestik cukup besar, Rosyid menilai dampak langsung penyelenggaraan kali ini terhadap industri global cenderung kurang signifikan. Bahkan, ia memproyeksi piala dunia kali ini berpotensi lebih sepi dibandingkan edisi sebelumnya.

Rosyid mengungkapkan, faktor pembatalan block booking kamar hotel oleh FIFA di AS, ketatnya visa, hingga isu geopolitik global menjadi pemicu utamanya. Sentimen tersebut dinilai menjadi penahan minat atau deteren bagi para penggemar sepak bola untuk datang langsung.

"Piala dunia kali ini kemungkinan relatif lebih sepi ketimbang sebelumnya. Ada juga isu geopolitik yang membuat perhelatan jadi terganggu. Isu bahwa Iran akan atau tidak akan main," pungkasnya.

Baca Juga: Ekspor Melambat Diprediksi Menekan Defisit Transaksi Berjalan Indonesia Tahun 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News