KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Meskipun Adamas Belva Syah Devara, pendiri dan CEO Ruangguru sudah undur diri sebagai Staf Khusus Presiden, akhir pekan kemarin, polemik kartu prakerja dan program pelatihannya yang juga dikelola oleh Ruangguru tidak akan terhenti. Pendapat ini disampaikan pengamat digital dan start up Heru Sutandi. “Jadi, persoalan dan kegaduhan publik tidak akan berhenti meski Belva sudah mundur dari Staf Khusus Presiden,” katanya kepada Kontan,co.id, Rabu (22/4). Maklum, saat peristiwa tersebut terjadi, status Belva Devara adalah masih sebagai Staf Khusus Presiden. Dan Ruangguru, yang notabene adalah perusahaan yang ia pimpin, justru menjadi salah satu mitra program prakerja yang total anggarannya mencapai Rp 5,6 triliun. Salah satu anggaran yang diperuntukkan untuk program prakerja tersebut adalah pelatihan digital bagi para pemegang kartu prakerja.
Pengamat: Ruangguru bisa mundur atau gratiskan pelatihan prakerja
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Meskipun Adamas Belva Syah Devara, pendiri dan CEO Ruangguru sudah undur diri sebagai Staf Khusus Presiden, akhir pekan kemarin, polemik kartu prakerja dan program pelatihannya yang juga dikelola oleh Ruangguru tidak akan terhenti. Pendapat ini disampaikan pengamat digital dan start up Heru Sutandi. “Jadi, persoalan dan kegaduhan publik tidak akan berhenti meski Belva sudah mundur dari Staf Khusus Presiden,” katanya kepada Kontan,co.id, Rabu (22/4). Maklum, saat peristiwa tersebut terjadi, status Belva Devara adalah masih sebagai Staf Khusus Presiden. Dan Ruangguru, yang notabene adalah perusahaan yang ia pimpin, justru menjadi salah satu mitra program prakerja yang total anggarannya mencapai Rp 5,6 triliun. Salah satu anggaran yang diperuntukkan untuk program prakerja tersebut adalah pelatihan digital bagi para pemegang kartu prakerja.