KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI) menyoroti lonjakan harga gas industri di dalam negeri yang belakangan ini dikabarkan melambung signifikan hingga menyentuh US$ 20 per MMBTU. Kenaikan harga komoditas energi tersebut berpotensi menaikkan biaya operasional manufaktur secara drastis serta mengancam kelangsungan bisnis para pelaku usaha di tanah air. Sekretaris Jenderal IATMI, Hadi Ismoyo mengungkapkan, melambungnya harga gas di tingkat konsumen terjadi bukan karena minimnya pasokan sumber daya domestik. Menurutnya, ini terletak pada keterlambatan pemerintah dalam mengintegrasikan fasilitas penunjang.
Pengamat Sebut Harga Ideal Gas Industri dari Reservoir Seharusnya US$ 10,5 per MMBTU
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI) menyoroti lonjakan harga gas industri di dalam negeri yang belakangan ini dikabarkan melambung signifikan hingga menyentuh US$ 20 per MMBTU. Kenaikan harga komoditas energi tersebut berpotensi menaikkan biaya operasional manufaktur secara drastis serta mengancam kelangsungan bisnis para pelaku usaha di tanah air. Sekretaris Jenderal IATMI, Hadi Ismoyo mengungkapkan, melambungnya harga gas di tingkat konsumen terjadi bukan karena minimnya pasokan sumber daya domestik. Menurutnya, ini terletak pada keterlambatan pemerintah dalam mengintegrasikan fasilitas penunjang.
TAG: