Pengangguran Australia Anjlok, Pasar Mulai Bertaruh Suku Bunga Naik



KONTAN.CO.ID - Tingkat pengangguran Australia secara mengejutkan turun ke level terendah dalam tujuh bulan pada Desember 2025.

Data ini mendorong pasar meningkatkan spekulasi bahwa bank sentral Australia berpeluang menaikkan suku bunga lebih cepat dari perkiraan.

Mengutip Reuters, laporan Biro Statistik Australia (ABS) yang dirilis Kamis (22/1/2026) menunjukkan tingkat pengangguran turun menjadi 4,1%, dari 4,3% pada bulan sebelumnya.


Angka tersebut jauh lebih baik dibandingkan ekspektasi analis yang memperkirakan pengangguran justru naik ke 4,4%.

Baca Juga: Harga Chip Memori Melonjak, Prospek Produsen Elektronik Konsumen Makin Suram

Kinerja pasar tenaga kerja yang solid ini langsung berdampak ke pasar keuangan. Dolar Australia menguat 0,4% ke level tertinggi dalam 15 bulan di posisi US$0,6791.

Sementara itu, kontrak berjangka obligasi pemerintah Australia tenor tiga tahun turun 7 poin ke 95,735.

Pelaku pasar kini meningkatkan peluang kenaikan suku bunga oleh Reserve Bank of Australia (RBA) pada pertemuan 3 Februari menjadi 53%, naik signifikan dari sebelumnya 29% sebelum rilis data ketenagakerjaan.

Dari sisi ketenagakerjaan, jumlah tenaga kerja Australia melonjak 65.200 orang pada Desember, berbalik arah dari penurunan yang direvisi sebesar 28.700 pada November. Capaian ini jauh melampaui proyeksi pasar yang hanya memperkirakan kenaikan sekitar 30.000 pekerjaan. Pekerjaan penuh waktu juga mengalami rebound kuat dengan penambahan 54.800 posisi.

Baca Juga: Eneos dan Glencore Rebutan Aset Chevron US$ 1 Miliar di Singapura, Ada Apa?

Tingkat partisipasi angkatan kerja naik tipis menjadi 66,7% dari sebelumnya 66,6%, sementara total jam kerja meningkat 0,4%.

Namun demikian, pertumbuhan lapangan kerja secara tahunan melambat menjadi 1,1% pada Desember, turun dari 3,5% di awal tahun.

“Kami melihat lebih banyak penduduk usia 15–24 tahun yang masuk ke dunia kerja bulan ini, sehingga mendorong kenaikan total lapangan kerja dan penurunan tingkat pengangguran,” ujar Kepala Statistik Ketenagakerjaan ABS, Sean Crick.

Sebagai catatan, RBA telah memangkas suku bunga acuannya sebanyak tiga kali sepanjang tahun lalu hingga ke level 3,6%.

Meski demikian, bank sentral memberi sinyal bahwa siklus pelonggaran moneter kemungkinan telah berakhir, seiring tekanan inflasi yang kembali meningkat.

Baca Juga: Trump Ditelepon Perusahaan Kartu Kredit, Tetap Ngotot Batasi Bunga 10%

Inflasi utama Australia tercatat sebesar 3,4% pada November, sementara inflasi inti (trimmed mean) berada di level 3,3%, masih di atas target RBA di kisaran 2%–3%.

Fokus pasar kini tertuju pada rilis data inflasi kuartal IV yang dijadwalkan pekan depan.

Analis memperkirakan, jika inflasi inti naik 0,9% atau lebih, peluang RBA menaikkan suku bunga pada pertemuan awal Februari akan semakin menguat.

Selanjutnya: Cek Harga Emas Antam Hari Ini (22/1): Turun Rp 15.000 Jadi Rp 2.790.000 Per Gram

Menarik Dibaca: Dompet Aman! Promo Solaria Tebar Harga Hemat Nasi Goreng Spesial di ShopeeFood