Pengangguran Australia Menggemuk, Sektor Ritel Sepi



SYDNEY. Pertumbuhan penjualan ritel di Australia akan mulai menyusut pada pertengahan tahun ini seiring dengan meningkatnya pengangguran di negara tersebut. Hal ini dibeberkan oleh perusahaan riset Access Economics. Menurut Access Director David Rumbens melalui laporan yang dirilisnya hari ini, dalam 12 bulan hingga Juni 2010 nanti, penjualan ritel akan terkikis dari 0,8% di tahun fiskal 2009 menjadi 0,2%. Sementara itu pemerintahan Perdana Menteri Australia Kevin Rudd bulan ini akan mulai mendistribusikan dana tunai senilai A$11 miliar atau setara dengan US$ 7 miliar untuk keluarga dan pekerja untuk menggerakan perekonomian Negeri Kanguru itu. Gross domestic product (GDP) secara tak diprediksikan semula, untuk pertam kalinya dalam delapan tahun ini terjungkal di kuartal terakhir lalu. Menurutnya, perekonomian kian menjadi lebih buruk. "Peritel harus menghadapi perjalanan yang sangat berat ke depan," kata Rumbens. ia menghitung, pemulihan di sektor ritel Australia harus menunggu hingga tahun fiskal 2011. Namun ia mengingatkan untuk terus mencermati harga perumahan yang terjungkal 3,3% tahun lalu. Jika sektor properti menyumbang kemerosotan yang cukup besar, maka outlook untuk sektor ritel kemungkinan juga akan menjadi lebih buruk. Access memprediksikan, kebijakan pemerintah ini akan meningkatkan pembelanjaan sebesar A$500 juta di kuartal berjalan saat ini dan A$1,6 miliar dalam tiga bulan ke depan hingga Juni. Nasib pekerja Australia juga menyedihkan. Menurut data yang dihimpun Bloomberg, sebanyak 20.000 pekerja kemungkinan telah dipecat bulan lalu dan tingkat pengangguran telah menanjak dari 4,8% di bulan Januari menjadi 5% di bulan berikutnya. Sedangkan data resmi dari pemerintah baru akan dirilis besok Kamis. Access memprediksikan puncak tingkat pengangguran akan mencapai 7,5% pada tahun 2010.