Pengangguran Inggris Melonjak: Terburuk Sejak 2015!



KONTAN.CO.ID - LONDON. Pasar tenaga kerja Inggris kembali melemah. Jika tidak memperhitungkan periode pandemi Covid-19, tingkat pengangguran Inggris bahkan mencapai tertinggi sejak 2015.

Office for National Statistics (ONS) Inggris mengumumkan, tingkat pengangguran naik menjadi 5,2% pada kuartal empat 2025. Ini sudah mendekati level pengangguran tertinggi yang terjadi saat pandemi, yakni 5,3% pada akhir 2020.

Data tersebut juga menunjukkan tekanan inflasi yang lebih lemah, yang berasal dari pertumbuhan pendapatan pekerja. Pertumbuhan upah tahunan, tidak termasuk bonus, melambat menjadi 4,2% dalam tiga bulan terakhir di 2025 dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.


Baca Juga: Lonjakan Upah Minimum Picu Kenaikan Pengangguran Kaum Muda Inggris

Menurut konsensus proyeksi ekonom, pertumbuhan pendapatan mingguan rata-rata reguler sebesar 4,2%, turun dari 4,4% dalam tiga bulan hingga November.

Bank of England (BoE) mengamati upah sebagai indikator berapa lama inflasi bisa bertahan di atas target di Inggris. Awal bulan ini, bank sentral mengatakan pertumbuhan upah di sektor swasta mulai mencerminkan pelemahan pasar kerja, setelah periode yang sangat kuat di luar dugaan.

Pertumbuhan upah tahunan sektor swasta yang tidak memperhitungkan bonus, yang merupakan salah satu indikator tekanan inflasi yang dipantau ketat BoE, melambat menjadi 3,4% di tiga bulan hingga Desember 2025. Angka ini turun dari 3,6% di tiga bulan hingga November.

Baca Juga: Pertumbuhan Lapangan Kerja AS Naik pada Januari, Pengangguran Turun Jadi 4,3%

Pekan lalu, data ONS mengumumkan pertumbuhan produk domestik bruto yang lebih lemah dari perkiraan pada periode Oktober hingga Desember. Hal ini sebagian dipengaruhi spekulasi tentang kenaikan pajak dalam anggaran Menteri Keuangan Rachel Reeves pada akhir November.

Selanjutnya: 76 Tahun BTN, Penyaluran Kredit Perumahan Tembus 5,97 Juta Unit

Menarik Dibaca: Cara Berbagi dan Mengatur Keuangan di Tahun Kuda Api ala Blu