Pengapalan Minyak Mentah dari Yanbu Arab Saudi Turun 17%, Terendah Sejak Maret



KONTAN.CO.ID - Volume pengapalan minyak mentah dari pelabuhan Yanbu Port, Arab Saudi, tercatat mengalami penurunan signifikan dalam sepekan terakhir.

Melansir Reuters Senin (20/4/2026) berdasarkan data Kpler, pengapalan crude oil dari pelabuhan di Laut Merah tersebut rata-rata mencapai sekitar 3,5 juta barel per hari (bph) pada pekan yang dimulai 13 April 2026.

Baca Juga: Harga Minyak Naik, Saham Terkoreksi Karena Gencatan Senjata AS-Iran Rapuh


Angka ini turun sekitar 17% dibandingkan pekan sebelumnya, sekaligus menjadi level terendah sejak pekan kedua Maret.

Sebagai perbandingan, pada pekan yang dimulai 6 April, volume pengapalan masih berada di kisaran 4 juta hingga 4,2 juta bph, mendekati rekor tertinggi sepanjang masa sekitar 4,3 juta bph yang tercatat pada akhir Maret.

Analis Kpler Johannes Rauball menyebut, perubahan komposisi kapal menjadi salah satu faktor yang memengaruhi penurunan tersebut.

Pada pekan terbaru, pengapalan lebih banyak menggunakan kapal jenis Aframax dan Suezmax, berbeda dengan pekan sebelumnya yang didominasi Very Large Crude Carrier (VLCC) dengan kapasitas angkut lebih besar.

Pelabuhan Yanbu saat ini menjadi titik krusial ekspor minyak Arab Saudi ke pasar Asia dan Eropa, terutama ketika arus pengiriman melalui Selat Hormuz masih terganggu akibat konflik geopolitik di kawasan.

Baca Juga: Produsen Minuman Jack Daniel’s Lebih Pilih Pernod Ricard dalam Rencana Akuisisi

Sebelumnya, Arab Saudi menyatakan telah memulihkan kapasitas penuh pipa East-West yang menghubungkan wilayah timur dengan Yanbu hingga sekitar 7 juta bph, setelah sempat terdampak serangan dalam konflik regional.

Meski demikian, data menunjukkan pelabuhan tersebut belum mampu mempertahankan pengapalan secara konsisten di atas kapasitas desainnya yang melebihi 5 juta bph, meskipun sempat melampaui level tersebut pada hari-hari tertentu.

Pihak Saudi Aramco belum memberikan tanggapan resmi terkait perkembangan ini.