KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Walaupun Indonesia berhasil mencatat surplus neraca dagang selama 62 bulan berturut, nilai tukar rupiah tetap mengalami tekanan akibat keluarnya dana dalam jumlah signifikan, termasuk dari aktivitas ilegal. Pengawasan yang ketat serta kebijakan pencegahan menjadi kunci untuk mengatasi masalah ini dan menjaga stabilitas ekonomi. Myrdal Gunarto, Global Market Economist Maybank Indonesia, menjelaskan bahwa meski surplus neraca perdagangan menunjukkan perkembangan yang positif, penting untuk tidak hanya melihat dari sisi current account atau neraca perdagangan. Ia menekankan perlunya mempertimbangkan pos dari capital and financial account serta akun lainnya, termasuk investment account. “Kalau misalkan balance of payment-nya itu bisa menunjukkan situasi di mana terjadi outflow, ya wajar, kalau misalkan nilai tukar rupiah kita melemah,” ujar Myrdal kepada Kontan.co.id, Selasa (5/8).
Pengawasan Ketat Diperlukan untuk Mengatasi Aliran Dana Ilegal dan Stabilitas Ekonomi
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Walaupun Indonesia berhasil mencatat surplus neraca dagang selama 62 bulan berturut, nilai tukar rupiah tetap mengalami tekanan akibat keluarnya dana dalam jumlah signifikan, termasuk dari aktivitas ilegal. Pengawasan yang ketat serta kebijakan pencegahan menjadi kunci untuk mengatasi masalah ini dan menjaga stabilitas ekonomi. Myrdal Gunarto, Global Market Economist Maybank Indonesia, menjelaskan bahwa meski surplus neraca perdagangan menunjukkan perkembangan yang positif, penting untuk tidak hanya melihat dari sisi current account atau neraca perdagangan. Ia menekankan perlunya mempertimbangkan pos dari capital and financial account serta akun lainnya, termasuk investment account. “Kalau misalkan balance of payment-nya itu bisa menunjukkan situasi di mana terjadi outflow, ya wajar, kalau misalkan nilai tukar rupiah kita melemah,” ujar Myrdal kepada Kontan.co.id, Selasa (5/8).
TAG: