Pengawasan MBG Berbasis AI, Grab–OVO Kawal Rantai Pasok dari UMKM ke Sekolah



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemanfaatan teknologi mulai menjadi tulang punggung dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya melalui inisiatif sektor swasta yang mengedepankan aspek keamanan pangan dan akuntabilitas.

Nezar Patria meninjau langsung pelaksanaan program MBG yang dijalankan oleh Grab Indonesia dan OVO. Program ini memanfaatkan sistem pemantauan berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk mengawal proses distribusi makanan dari dapur UMKM hingga ke sekolah penerima manfaat.

“Pemanfaatan teknologi harus diarahkan untuk menjawab kebutuhan publik secara nyata. Dalam program seperti MBG, teknologi berperan penting bukan hanya untuk meningkatkan efisiensi, tetapi juga untuk memperkuat pengawasan, akuntabilitas, keamanan proses, serta mitigasi risiko secara lebih dini," ujar Nezar dalam keterangannya, Senin (20/4/2026).


Ia menjelaskan dari peninjauan di sekolah, mitra UMKM, hingga Command Center MBG, terlihat bahwa transformasi digital dapat mendukung tata kelola program yang lebih terukur, transparan, dan terpercaya.

Program MBG yang dijalankan Grab–OVO merupakan inisiatif tanggung jawab sosial (CSR) yang sepenuhnya didanai sektor swasta. Skema ini dirancang untuk melengkapi program MBG pemerintah dengan menekankan pada tata kelola yang transparan serta penguatan standar keamanan pangan.

Baca Juga: Grab Luncurkan 13 Fitur Berbasis AI untuk Mudahkan Aktivitas Konsumen

Dalam implementasinya, Grab–OVO menghadirkan Command Center MBG berbasis AI yang memungkinkan pemantauan secara real-time. Sistem ini mencakup proses sejak produksi di dapur mitra UMKM, distribusi, hingga makanan diterima di sekolah. Pendekatan ini dinilai mampu mengidentifikasi potensi risiko lebih dini sekaligus memastikan konsistensi standar operasional.

Chief of Public Affairs Grab Indonesia, Tirza Munusamy, menegaskan bahwa aspek keamanan pangan menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program. 

"Bagi kami, keamanan pangan bukan sekadar standar, tapi soal tanggung jawab terhadap masa depan anak-anak. Sebagai inisiatif CSR yang dijalankan oleh sektor swasta, tanggung jawab kami bukan hanya memastikan makanan tersalurkan, tetapi juga memastikan prosesnya aman, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Program ini juga melibatkan berbagai organisasi, seperti PP Muhammadiyah, Gerakan Keluarga Maslahat Nahdlatul Ulama (GKMNU), hingga Yayasan Astra, sebagai bagian dari kolaborasi lintas pemangku kepentingan. Selain itu, UMKM lokal menjadi mitra utama dalam rantai pasok, sekaligus didorong untuk meningkatkan standar operasional melalui pendampingan berbasis teknologi.

Baca Juga: Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur MBG Jalin Kemintraan dengan Morefood Expo

Sejak diluncurkan pada September 2024, program MBG swasta ini telah menjangkau lebih dari 30 sekolah, termasuk sekolah khusus, dengan lebih dari 5.000 penerima manfaat. Program ini juga melibatkan lebih dari 25 mitra UMKM dan kantin sekolah serta mitra pengemudi di 12 kota dan kabupaten.

Pemanfaatan sistem digital yang terdokumentasi, mulai dari kesiapan mitra, distribusi, hingga umpan balik sekolah, dinilai menjadi faktor penting dalam memperkuat transparansi dan evaluasi berkelanjutan. Ke depan, Grab dan OVO menyatakan akan terus menyempurnakan pendekatan berbasis AI guna menjaga kualitas dan keamanan pangan secara konsisten.

Baca Juga: PGN Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Dukungan Energi untuk Program MBG

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News