JAKARTA. Bank Indonesia (BI) menilai, jumlah pengawas bank saat ini belum memadai. Jumlah tenaga dengan jumlah bank yang diawasi tidak seimbang. Akibatnya, pengawasan terhadap industri kurang optimal. Saat ini, ada 121 bank umum dan 1.872 bank perkreditan rakyat (BPR). Sementara jumlah tenaga pengawas perbankan hanya 1.400 orang di seluruh Indonesia. "Ini kenyataan sehari-hari di BI," kata Direktur Pengawasan I BI Boedi Armanto. Di BI ada direktorat atau divisi yang mengevaluasi soal sumber daya manusia (SDM) dan struktur organisasi. "Dari evaluasi di tempat saya, jumlah tenaganya memang masih kurang," kata Boedi usai mengikuti rapat kerja tertutup dengan Komisi Keuangan DPR-RI di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (18/2).
Pengawasan Perbankan Kurang Optimal
JAKARTA. Bank Indonesia (BI) menilai, jumlah pengawas bank saat ini belum memadai. Jumlah tenaga dengan jumlah bank yang diawasi tidak seimbang. Akibatnya, pengawasan terhadap industri kurang optimal. Saat ini, ada 121 bank umum dan 1.872 bank perkreditan rakyat (BPR). Sementara jumlah tenaga pengawas perbankan hanya 1.400 orang di seluruh Indonesia. "Ini kenyataan sehari-hari di BI," kata Direktur Pengawasan I BI Boedi Armanto. Di BI ada direktorat atau divisi yang mengevaluasi soal sumber daya manusia (SDM) dan struktur organisasi. "Dari evaluasi di tempat saya, jumlah tenaganya memang masih kurang," kata Boedi usai mengikuti rapat kerja tertutup dengan Komisi Keuangan DPR-RI di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (18/2).