Pengelola Bursa Singapura Cetak Rekor Saham Tertinggi Sepanjang Masa



KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Operator bursa saham Singapore Exchange (SGX) melaporkan pendapatan tahunan tertinggi sepanjang masa. Dalam pengumuman yang dipublikasikan Kamis (6/8/2026), SGX menyebut pendapatan bersih grup meningkat 13,9% sebesar S$ 1.478,3 juta, sekitar Rp 20,64 triliun.

Pengelola bursa saham Singapura ini mencatatkan pendapatan bersih setahun penuh dari segmen transaksi saham di bursa meningkat 28,1%. Pendapatan dari segmen tersebut menyumbang lebih dari sepertiga pendapatan bersih.

Pendapatan bersih tahunan dari bisnis fixed income, currencies, and commodities (FICC) meningkat 17% menjadi S$ 376,1 juta. Pendapatan di segmen ini menyumbang hampir 25,5% dari pendapatan bersih grup.


Berkat itu, SGX membukukan laba bersih yang disesuaikan untuk setahun penuh sebesar S$ 759,5 juta, sekitar Rp 10,60 triliun. Di periode yang sama setahun sebelumnya, laba bersih pengelola bursa saham Singapura ini mencapai S$ 609,5 juta.

Baca Juga: Sinopec Borong Minyak Rusia demi Jaga Operasi Kilang di Tengah Krisis Timur Tengah

Pasar saham Singapura menguat tahun ini setelah Monetary Authority of Singapore (MAS) meluncurkan program untuk menghidupkan kembali pencatatan saham dan meningkatkan likuiditas.

"Pertumbuhan bersifat luas, dengan bisnis perdagangan di bursa kami memimpin dan pilar valuta asing dan komoditas kami mencapai volume tertinggi baru," kata Loh Boon Chye, Chief Executive Officer SGX Group, seperti dikutip Reuters, Kamis (6/8/2026).

Rotasi modal global yang masuk ke aset safe-haven Asia di tengah volatilitas dolar juga turut membantu.  Straits Times Index, indeks saham acuan Singapura, mencapai rekor tertinggi berulang kali sepanjang tahun.

Operator bursa saham negara kota ini menyelenggarakan 21 pencatatan saham di tahun berjalan ini, naik dari enam tahun sebelumnya. Dari sini, SGX mengumpulkan S$ 4,1 miliar.

SGX mengatakan, portofolio IPO-nya mencakup perusahaan di sektor-sektor seperti infrastruktur digital, perawatan kesehatan, dan konsumen.

Baca Juga: Bursa Inggris Menguat Saat Pasar Asia Lesu, Saham WPP Melonjak 26%

Seiring kinerja yang kinclong, SGX mengusulkan dividen triwulanan final sebesar 11,5 sen Singapura per saham. Angka ini lebih tinggi dari 10,5 sen Singapura per saham yang diumumkan tahun lalu.

Keuntungan dari daur ulang modal memungkinkan SGX untuk mengusulkan dividen tambahan satu kali sebesar 12,5 sen Singapura per saham.

SGX mengatakan pihaknya memperkirakan pengeluaran akan meningkat sebesar 6%-8% tahun ini. SGX juga mencatat belana modal sebesar S$ 100 juta pada tahun fiskal 2027, karena terus berinvestasi dalam teknologi untuk mendukung pertumbuhan di masa depan.