Pengelola Gerai KFC (FAST) Catat Rugi Rp 366 Miliar pada Tahun 2025



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten pengelola restoran KFC Indonesia dan Taco Bell, PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) mencatatkan rugi bersih di tengah pendapatan yang naik tipis.

Dalam catatan laporan keuangannya, FAST melaporkan rugi bersih sebesar Rp 366,04 miliar di tahun 2025. Perolehan itu susut 54,05% year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 796,711 miliar.

Penjualan dan pendapatan usaha FAST tercatat sebesar Rp 4,88 triliun hingga akhir tahun 2025, naik tipis 0,11% yoy dibandingkan periode sebelumnya Rp 4,87 triliun.


Baca Juga: Pemerintah Revisi Formula Harga Patokan Mineral, Ini Dampaknya Bagi Emiten Nikel

Secara rinci, pendapatan yang berasal dari segmen makanan dan minuman tercatat Rp 4,86 triliun, komisi atas penjualan konsinyasi Rp 16,91 miliar, serta jasa layanan antar Rp 2,25 miliar. 

Seiring itu, beban pokok penjualan berhasil ditekan menjadi Rp 1,99 triliun dari sebelumnya Rp 2,03 triliun. Hal ini mendorong laba bruto meningkat menjadi Rp 2,88 triliun, dari Rp 2,84 triliun pada periode sebelumnya.

Namun, tekanan masih terlihat dari sisi operasional. Beban penjualan tercatat sebesar Rp 2,60 triliun, meskipun menurun dari Rp 2,71 triliun. Beban umum dan administrasi juga turun menjadi Rp 665,33 miliar dari Rp 690,45 miliar.

Di sisi lain, beban keuangan meningkat menjadi Rp 90,06 miliar, dari Rp 81,45 miliar. Sementara itu, pendapatan lainnya naik signifikan menjadi Rp 156,83 miliar dibandingkan Rp 63,00 miliar, yang membantu meredam tekanan kinerja.

Setelah memperhitungkan berbagai komponen tersebut, FAST membukukan rugi sebelum pajak sebesar Rp 397,54 miliar, membaik dari rugi Rp 862,55 miliar pada periode sebelumnya. 

Baca Juga: IHSG Diproyeksi Bergerak Terbatas Jelang RDG BI, Cek Saham Rekomendasi Analis

Dari sisi komprehensif, perusahaan mencatat pendapatan komprehensif lainnya sebesar Rp 542,92 miliar, terutama berasal dari revaluasi aset tetap.

FAST juga melaporkan total aset sebesar Rp 4,94 triliun per tahun 2025, meningkat dari sebelumnya Rp 3,52 triliun di akhir tahun 2024. 

Jumlah liabilitas perusahaan mencapai Rp 4,51 triliun, naik dari Rp 3,4 triliun. Sementara, total ekuitas perusahaan mencapai Rp 435,85 miliar, meningkat drastis dari sebelumnya Rp 127,73 miliar.

Adapun total saldo kas dan setara kas akhir tahun perusahaan mencapai Rp 147,22 miliar di tahun 2025, melonjak dari sebelumnya Rp 64,82 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News