KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pengelolaan ekosistem di Papua menghadapi tantangan kondisi alam, keterbatasan data, hingga aktivitas manusia. Pelibatan masyarakat lokal dan pemerintah daerah diperlukan untuk mendukung pengelolaan ekosistem di wilayah tersebut. "Tidak bisa bekerja sendiri, harus secara kolaboratif," ujar Kukuh Indra Kusuma, Koordinator Konservasi dan Pemantauan Keanekaragaman Hayati PT Freeport Indonesia, dalam keterangannya, Senin (21/9). Menurut Kukuh, wilayah kerja Freeport Indonesia di Timika memiliki kondisi alam yang kompleks. Area tersebut bersebelahan dengan Taman Nasional Lorentz, mencakup 14 tipe ekosistem, serta terbentang dari ketinggian 0 meter hingga 4.200 mdpl.
Pengelolaan Ekosistem Papua Terkendala Kondisi Alam dan Ketersediaan Data
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pengelolaan ekosistem di Papua menghadapi tantangan kondisi alam, keterbatasan data, hingga aktivitas manusia. Pelibatan masyarakat lokal dan pemerintah daerah diperlukan untuk mendukung pengelolaan ekosistem di wilayah tersebut. "Tidak bisa bekerja sendiri, harus secara kolaboratif," ujar Kukuh Indra Kusuma, Koordinator Konservasi dan Pemantauan Keanekaragaman Hayati PT Freeport Indonesia, dalam keterangannya, Senin (21/9). Menurut Kukuh, wilayah kerja Freeport Indonesia di Timika memiliki kondisi alam yang kompleks. Area tersebut bersebelahan dengan Taman Nasional Lorentz, mencakup 14 tipe ekosistem, serta terbentang dari ketinggian 0 meter hingga 4.200 mdpl.
TAG: