KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menyambut positif keputusan pemerintah memperpanjang pengembalian dana SAL (Sisa Anggaran Lebih). Sebelumnya, suntikan likuiditas dari dana SAL yang diberikan dalam bentuk deposito on call kepada Himbara pada September 2025 lalu ditargetkan untuk disetor balik beserta bunganya pada Maret 2026. Itu sesuai tenor enam bulan yang ditetapkan di awal. Namun, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa baru-baru ini mengumumkan perpanjangan pengembalian dana SAL oleh Himbara hingga September 2026 mendatang. Artinya, in total waktu pengembalian yang diberi kepada Himbara bertambah menjadi satu tahun penuh.
Menanggapi ini, Direktur Network & Retail Funding BTN Rully Setiawan bilang perpanjangan tersebut bakL memberikan dampak positif bagi industri perbankan, terutama dalam menjaga stabilitas likuiditas dan suku bunga di pasar.
Baca Juga: Laba Allo Bank Naik 23%, Ini Pemicu Utama Kinerjanya “Dampaknya akan bagus buat market untuk menjaga rate, menjaga likuiditas. Sehingga ratenya pun kita masih bisa jaga, tidak perlu berebut di pasar,” ujar Rully saat ditemui di Economic Outlook 2026 di Jakarta, Senin (23/2/2026). Dengan likuiditas yang lebih terjaga, tekanan kompetisi dalam menghimpun dana, khususnya dana mahal, dapat diminimalkan. Menurut Rully hal ini menjadi lenting di tengah dinamika pasar uang dan kebutuhan perbankan menjaga cost of fund tetap kompetitif. Rully optimistis kondisi likuiditas hingga September 2026 relatif aman. “Insyaallah harusnya aman. Kami optimistis tahun ini harusnya aman,” katanya. Dalam menjaga likuiditas, BTN juga memperkuat strategi penghimpunan dana murah (
current account saving account/CASA). Fokus utama bank adalah membangun basis dana murah dari transaksi nasabah melalui ekosistem digital. Menurut Rully, super app bale by BTN dan bale Korpora menjadi ujung tombak dalam strategi tersebut. “Kalau dana murah ya harus dimulai dari super apps-nya kita. Bank dalam genggaman, bank ada di kantong. Itu harus lewat digital,” jelasnya. Strategi digitalisasi ini diharapkan mampu meningkatkan dana berbasis transaksi sekaligus memperkuat struktur pendanaan perseroan ke depan.
Pada kuartal I ini, BTN menerapkan strategi pertumbuhan DPK bertahap. Rully menuturkan, target DPK tak langsung dipatok tinggi di awal tahun, melainkan dijaga secara berjenjang agar stabil hingga akhir tahun.
“Target kami bikin secara leveling. Jadi tidak langsung tinggi di awal, tapi dijaga bertahap sampai akhir tahun. Biasanya target menurun, tapi kami justru targetnya di atas Desember secara bertahap,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News