JAKARTA. Meski kenaikan baja bisa dibilang tak mungkin ditawar-tawar lagi, baik PT Lippo Karawaci Tbk maupun Agung Podomoro berjanji untuk menghindari kenaikan harga properti secara drastis. "Kalau sekadar kenaikan wajar, semua properti memang pasti akan naik harganya. Yang perlu kami lakukan adalah menjaga agar kenaikan harga tidak sampai mengguncang demand," cetus Danang Kemayan Jati, Kepala Komunikasi Korporat PT Lippo Karawaci Tbk.Alvin Andronicus, Marketing General Manager Agung Podomoro pun menambahkan jika dalam kondisi normal, tren kenaikan harga bisa memperbesar margin, maka dalam kondisi seperti ini margin yang harus ditekan. Menurut Alvin, pertumbuhan normal harga properti di Indonesia berkisar 15% hingga 20% per tahun. "Itu bisa dialihkan sebagian untuk menekan harga jual karena biaya produksi membengkak," cetusnya.Namun, jika kenaikan harga properti tak bisa terhindarkan, Danang bilang, pengembang harus punya strategi marketing jitu untuk menjaga agar konsumen tak kehilangan gairah. "Paket-paket penjualan harus dikemas dengan menarik, dan cara pembayaran pun bisa diperingan dengan cara kerjasama dengan berbagai bank dan lembaga pembiayaan," kata Danang.Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Pengembang Hindari Kenaikan Harga Properti Secara Drastis
JAKARTA. Meski kenaikan baja bisa dibilang tak mungkin ditawar-tawar lagi, baik PT Lippo Karawaci Tbk maupun Agung Podomoro berjanji untuk menghindari kenaikan harga properti secara drastis. "Kalau sekadar kenaikan wajar, semua properti memang pasti akan naik harganya. Yang perlu kami lakukan adalah menjaga agar kenaikan harga tidak sampai mengguncang demand," cetus Danang Kemayan Jati, Kepala Komunikasi Korporat PT Lippo Karawaci Tbk.Alvin Andronicus, Marketing General Manager Agung Podomoro pun menambahkan jika dalam kondisi normal, tren kenaikan harga bisa memperbesar margin, maka dalam kondisi seperti ini margin yang harus ditekan. Menurut Alvin, pertumbuhan normal harga properti di Indonesia berkisar 15% hingga 20% per tahun. "Itu bisa dialihkan sebagian untuk menekan harga jual karena biaya produksi membengkak," cetusnya.Namun, jika kenaikan harga properti tak bisa terhindarkan, Danang bilang, pengembang harus punya strategi marketing jitu untuk menjaga agar konsumen tak kehilangan gairah. "Paket-paket penjualan harus dikemas dengan menarik, dan cara pembayaran pun bisa diperingan dengan cara kerjasama dengan berbagai bank dan lembaga pembiayaan," kata Danang.Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News