JAKARTA. Keinginan pemerintah untuk mengembangkan kepulauan Natuna dengan menarik investor dinilai akan sia-sia jika tidak didukung infrastruktur yang memadai, salah satunya pasokan listrik. Untuk itu pemerintah harus memastikan sumber energi terlebih dulu untuk memenuhi kebutuhan industri di Natuna. Ekonom dan peneliti Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan Universitas Gajah Mada (UGM), Fahmi Radhi, menuturkan, untuk wilayah Natuna, pemerintah bisa memanfaatkan potensi gas di wilayah tersebut sebagai sumber pembangkit. Untuk memanfaatkan gas tersebut, pemerintah bisa membangun mini terminal LNG. Model mini terminal LNG dinilai sangat cocok karena selain lebih efisien dan pembangunannya tidak membutuhkan waktu lama. “Selain mini terminal LNG, juga perlu fasilitas pembangkit terapung, karena dapat lebih menjamin dan menjaga kelangsungan supply di saat gempa bumi atau banjir," ujarnya, Minggu (7/8).
Pengembangan Natuna perlu didukung pasokan listrik
JAKARTA. Keinginan pemerintah untuk mengembangkan kepulauan Natuna dengan menarik investor dinilai akan sia-sia jika tidak didukung infrastruktur yang memadai, salah satunya pasokan listrik. Untuk itu pemerintah harus memastikan sumber energi terlebih dulu untuk memenuhi kebutuhan industri di Natuna. Ekonom dan peneliti Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan Universitas Gajah Mada (UGM), Fahmi Radhi, menuturkan, untuk wilayah Natuna, pemerintah bisa memanfaatkan potensi gas di wilayah tersebut sebagai sumber pembangkit. Untuk memanfaatkan gas tersebut, pemerintah bisa membangun mini terminal LNG. Model mini terminal LNG dinilai sangat cocok karena selain lebih efisien dan pembangunannya tidak membutuhkan waktu lama. “Selain mini terminal LNG, juga perlu fasilitas pembangkit terapung, karena dapat lebih menjamin dan menjaga kelangsungan supply di saat gempa bumi atau banjir," ujarnya, Minggu (7/8).