KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pengembangan jaringan transmisi dan distribusi gas bumi masih menemui sejumlah kendala. Minimnya serapan pasar atau belum adanya kepastian demand menjadi salah satu kendala utama dalam pembangunan jaringan gas. Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Fanshurullah Asa menjelaskan, pembangunan pipa transmisi gas bumi bisa dilakukan melalui tiga skema. Yakni, lelang oleh BPH Migas, penugasan dari Kementerian ESDM dan inisiatif dari badan usaha. Ifan, sapaan akrab Fanshurullah, memaparkan progres dan kendala dari masing-masing proyek yang ada. Pertama, dari hasil lelang, ada ruas transmisi Gresik Semarang yang dimenangkan oleh PT Pertamina Gas, dengan tarif pengangkutan sebesar US$ 0,25 per MMBTU.
Progres proyek ini sudah 100% namun masih diperlukan pembangunan pipa distribusi. Saat ini sedang dibangun pipa distribusi Aroma Kopi dengan progres yang masih 24,57%.