KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Asosiasi Pengemudi Ojek Online Garda Indonesia atau Garda Indonesia menyebut potensi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) baik BBM subsidi maupun non subsidi akan berpengaruh secara langsung maupun tidak langsung kepada keberlangsungan hidup pengemudi ojek online (Ojol) di Indonesia. Ketua Umum Asosiasi Pengemudi Ojek Online Garda Indonesia Raden Igun Wicaksono menyebut bahwa jika skenario pertama yaitu menaikkan harga BBM non-subsidi pada 1 April 2026 dilakukan, dari sisi ekonomi mikro, operasional pengemudi ojek online tidak terpengaruh atau relatif terkendali. “Hal ini didasarkan pada fakta empiris bahwa lebih dari 95% pengemudi ojol merupakan pengguna BBM bersubsidi jenis Pertalite, yang selama ini menjadi tulang punggung efisiensi biaya operasional harian,” ungkap Igun dalam keterangan tertulis, Selasa (31/03/2026).
Pengemudi Ojol Ungkap Dampak dari Potensi Kenaikan Harga BBM Subsidi dan Non Subsidi
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Asosiasi Pengemudi Ojek Online Garda Indonesia atau Garda Indonesia menyebut potensi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) baik BBM subsidi maupun non subsidi akan berpengaruh secara langsung maupun tidak langsung kepada keberlangsungan hidup pengemudi ojek online (Ojol) di Indonesia. Ketua Umum Asosiasi Pengemudi Ojek Online Garda Indonesia Raden Igun Wicaksono menyebut bahwa jika skenario pertama yaitu menaikkan harga BBM non-subsidi pada 1 April 2026 dilakukan, dari sisi ekonomi mikro, operasional pengemudi ojek online tidak terpengaruh atau relatif terkendali. “Hal ini didasarkan pada fakta empiris bahwa lebih dari 95% pengemudi ojol merupakan pengguna BBM bersubsidi jenis Pertalite, yang selama ini menjadi tulang punggung efisiensi biaya operasional harian,” ungkap Igun dalam keterangan tertulis, Selasa (31/03/2026).